Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan

Waspada Modus Fogging Berbayar di Pekanbaru, DPRD Minta Warga Lapor ke Puskesmas

Waspada Modus Fogging Berbayar di Pekanbaru, DPRD Minta Warga Lapor ke Puskesmas
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin
Rabu, 28 Oktober 2026 16:51 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU KOTA - Keresahan mulai menghampiri warga Kota Pekanbaru menyusul maraknya aktivitas pengasapan atau fogging nyamuk berbayar yang dilakukan oleh sejumlah oknum dari rumah ke rumah. Praktik tidak resmi ini memicu kekhawatiran terkait efektivitas bahan kimia yang disemprotkan serta potensi kerugian finansial warga di tengah upaya mencegah wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Abidin mengingatkan publik agar tidak mudah menyerahkan uang kepada pihak-pihak yang menawarkan jasa pengasapan tanpa identitas dan legalitas yang jelas. Ia mendorong masyarakat untuk lebih proaktif berkoordinasi dengan otoritas kesehatan guna memastikan tindakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan mereka benar-benar terukur.

Menurutnya, Dinas Kesehatan maupun puskesmas memiliki prosedur teknis serta penilaian standar untuk menentukan tingkat kerawanan suatu wilayah sebelum tindakan pengasapan dieksekusi. Langkah penanganan melalui jalur resmi dipastikan jauh lebih aman, gratis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

"Jadi kalau memang RT, RW atau masyarakat merasa itu diperlukan difogging, jangan sungkan-sungkan datang ke puskesmas," imbau Tekad, Rabu (28/10/2026).

Sorotan utama dari maraknya jasa berbayar ini terletak pada transparansi dan kualitas bahan yang disemprotkan. Masyarakat awam dinilai sulit membedakan antara racun pembasmi nyamuk murni dengan cairan campuran yang justru berpotensi memicu masalah lingkungan baru jika takarannya keliru.

"Kalau fogging yang tidak resmi tadi, kita tidak tahu apakah ada obat antinyamuk di situ, apakah komposisi yang disemprotkan bagus untuk lingkungan atau tidak. Atau hanya seperti ada obat, padahal tidak jelas. Akhirnya, kegiatan itu bisa mubazir," urainya menjabarkan risiko kesehatan yang mengintai warga.

Guna memutus mata rantai pengasapan liar ini, wakil rakyat tersebut turut membuka jalur komunikasi bagi kawasan permukiman yang benar-benar membutuhkan intervensi penyemprotan. Warga atau perangkat lingkungan yang kesulitan mencari akses dapat melayangkan permohonan pendampingan langsung ke gedung dewan agar segera dijembatani dengan dinas terkait.

"Bisa menyampaikan kepada kami di Komisi III DPRD Pekanbaru atau melalui Fraksi PDI Perjuangan. Nanti akan kita salurkan ke dinas terkait karena kita ingin fogging yang dilakukan itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya. ***

Kategori:Ragam
wwwwww