Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
26 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Akses Koto Nopan - Padang Lawas Jadi Prioritas Pemkab Pasaman Dorong Peningkatan Ekonomi

Akses Koto Nopan - Padang Lawas Jadi Prioritas Pemkab Pasaman Dorong Peningkatan Ekonomi
Bupati Pasaman Sabar AS saat dijamu masyarakat Jorong Pasar Kamis, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara dengan seni musik gordang sambilan. (antara/heri sumarno)
Kamis, 03 April 2025 17:21 WIB

LUBUK SIKAPING – Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menetapkan pembangunan jalan Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, menuju Padang Lawas, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai prioritas utama untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Pasaman, Sabar AS, menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut menjadi agenda strategis di masa mendatang.

"Karena mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan," katanya saat membuka turnamen sepak bola yang disambut tari Gordang Sambilan di Jorong Pasar Kamis, Nagari Koto Nopan, Kecamatan Rao Utara, Kamis (3/4/2025).

Sabar AS mengaku kagum atas pelestarian budaya masyarakat Koto Nopan yang masih mempertahankan kesenian Gordang Sambilan.

"Gordang Sambilan adalah penghormatan dalam penyambutan tamu, kekayaan budaya yang wajib dirawat dan diajarkan kepada generasi penerus," ujarnya.

Sabar AS juga mengungkapkan, Kabupaten Pasaman telah diusulkan menjadi bagian kawasan strategis Sumatera Barat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Pasaman adalah segitiga emas yang belum terkelola secara maksimal. Tantangan terbesar kami adalah keterbatasan ruang akibat dominasi hutan lindung," paparnya.

Menurutnya, status kawasan hutan selama ini menjadi kendala utama pembangunan jalan yang menghubungkan Rao Utara - Padang Lawas serta ruas lain seperti Dua Koto - Madina.

"Dengan Pasaman masuk kawasan strategis, ada alasan kuat untuk merevisi tata ruang dan membuka peluang pembangunan konektivitas yang lebih luas," jelas Sabar AS.

Ia menegaskan, perubahan tata ruang menjadi kunci memperluas kawasan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, hingga pembangunan jalan.

"Kalau mau memikirkan masa depan anak cucu kita, jangan biarkan sumber daya alam kita terkunci sebagai kawasan tidur. Kita perlu manfaatkan seluas-luasnya untuk kesejahteraan rakyat," tambahnya.

Wakil Ketua DPRD Pasaman, Harisuddin, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia memastikan DPRD akan mengawal proses penganggaran lanjutan pembangunan jalan tersebut.

"Proses sudah berjalan beberapa tahun. Saat ini kita fokus mendorong anggaran untuk pengaspalan hotmix agar jalan ini benar-benar terkoneksi dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Harisuddin.

Ia menyebut, dua unit jembatan telah selesai dibangun, termasuk pelebaran badan jalan, tinggal tahap akhir berupa pengaspalan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Koto Nopan, Bona Lubis, menyambut positif komitmen tersebut.

"Kami menyambut pak Bupati dengan Gordang Sambilan sebagai bentuk penghormatan. Harapan kami, akses jalan yang menjadi urat nadi masyarakat Rao Utara segera terwujud," ucapnya.

Bona menambahkan, masyarakat sangat menanti terealisasinya pembangunan ini, sebab jalan ini menjadi kebutuhan vital yang selama ini belum tersambung mulus hingga perbatasan Padang Lawas, Madina. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ragam
wwwwww