Peristiwa yang memicu kepanikan warga sekitar ini bermula sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, Faa (42), kobaran api pertama kali terlihat menyala dari lantai bawah bangunan gudang nomor EE 38.
"Api merambat sangat cepat karena barang-barang di dalam gudang itu mudah terbakar, bahkan panasnya terasa merembet hingga ke belakang dinding gudang EE 02 dan EE 05," urainya.
Adapun lima bangunan yang ludes terbakar tersebut diketahui milik dua orang yang berbeda. Empat unit bangunan, yakni gudang nomor EE 35, 36, 37, dan 38 merupakan milik warga bernama Erick. Sementara satu unit lainnya, gudang nomor EE 39, adalah milik Alex yang diketahui merupakan warga asal Medan.
Melihat api yang kian membesar, sejumlah saksi termasuk warga bernama Ahmad Zulhendri segera meminta bantuan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tepat pada pukul 19.10 WIB, sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Pekanbaru tiba di lokasi.
Petugas langsung berjibaku menyemprotkan air guna melokalisasi titik api agar tidak terus menyebar ke bangunan lain di dalam kompleks pergudangan tersebut. Setelah upaya keras selama kurang lebih empat jam, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 23.00 WIB.
Usai pemadaman, petugas melanjutkan langkah antisipasi dengan melakukan tahapan pendinginan di area puing-puing bangunan. Langkah ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisa bara yang tersembunyi di bawah material yang hangus.
Saat ini, insiden tersebut telah ditangani langsung oleh aparat kepolisian setempat. Berdasarkan laporan kepolisian, musibah ini dipastikan tidak menelan korban jiwa, sementara total kerugian material masih dalam proses penghitungan. Dugaan sementara, percikan api yang memicu musibah ini berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik. (wpa)





