Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
![]() |
| Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar |
Penulis: Afrila Yobi
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar menyebutkan bahwa langkah ini dirancang untuk memecah limpasan curah hujan agar tidak langsung membanjiri jalanan dan rumah penduduk. Selain mengandalkan infrastruktur berskala besar, pemerintah juga tengah memetakan ulang kawasan rawan genangan guna menyempurnakan saluran drainase hingga ke pelosok kelurahan.
Fokus utama Pemkot Pekanbaru saat ini adalah memulihkan fungsi Waduk Cipta Karya. Sayangnya, infrastruktur pengendali banjir tersebut belum bisa beroperasi seketika lantaran instrumen pintu airnya mengalami kerusakan parah hingga roboh dan membutuhkan rekonstruksi menyeluruh.
"Untuk pengaktifan Waduk Cipta Karya, sudah masuk di anggaran perubahan untuk perencanaannya. Ini tidak bisa langsung dioperasikan karena ada pekerjaan khusus yang harus dilakukan, terutama pada pintu air yang sudah hancur dan roboh," terang Markarius, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, proses perbaikan pintu air tersebut menuntut perhitungan teknis yang presisi dari para ahli. Analisis terhadap tingkat kemiringan tanah (elevasi) dan estimasi debit curah hujan menjadi tolok ukur utama untuk merancang dimensi serta kekuatan struktur pintu air yang baru.
"Di APBD Perubahan ini kita anggarkan perencanaannya. Untuk pelaksanaannya, kita anggarkan di APBD murni 2027. Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa kita laksanakan," tambahnya memaparkan skema pendanaan proyek tersebut.
Tak hanya merevitalisasi fasilitas lama, pemerintah daerah turut memburu kawasan cekungan kosong yang potensial disulap menjadi daerah tangkapan air alami (catchment area). Sebuah lahan seluas kurang lebih dua hektare yang berada di area Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kini masuk dalam radar kajian strategis.
"Kemarin dari pihak UIN sudah menyampaikan ada lahan kurang lebih dua hektare yang bisa dimanfaatkan untuk waduk. Saya sudah perintahkan Dinas PUPR untuk mengecek apakah elevasinya sesuai atau tidak," ungkapnya.
Kesesuaian topografi dan elevasi lahan dinilai sangat krusial guna memastikan limpasan air dari area permukiman yang lebih tinggi dapat mengalir secara grafitasi masuk ke dalam waduk penampungan. Di samping UIN Suska, komunikasi serupa juga tengah dijajaki bersama pihak Universitas Riau (Unri) untuk memecah volume air yang kerap menggenangi wilayah Kecamatan Tuah Madani.
Skema pembangunan waduk tangkapan air ini rencananya akan terus diperluas keberadaannya. Pemkot Pekanbaru juga tengah membidik sejumlah titik strategis di Kecamatan Tenayan Raya guna meminimalisasi risiko banjir tahunan di wilayah timur kota. ***
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Balai Kota, Binawidya |











