Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
23 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik

Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra
Rabu, 28 Oktober 2026 10:59 WIB
Penulis: Afrila Yobi
TENAYAN RAYA- Ancaman si jago merah di kawasan permukiman padat penduduk masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Kota Pekanbaru. Tingginya risiko musibah ini umumnya dipicu oleh kondisi kabel kelistrikan yang sudah tua serta minimnya kepedulian masyarakat terhadap potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mencatat setidaknya 166 insiden kebakaran bangunan telah menghanguskan harta benda warga dalam kurun waktu Januari hingga 20 Oktober 2026. Angka ini memaksa pemerintah daerah untuk terus menggencarkan langkah mitigasi dan edukasi di tengah masyarakat.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra menyoroti bahwa instalasi listrik yang tidak layak atau mengalami kerusakan sangat rentan memicu percikan api. Risiko tersebut bisa berakibat fatal apabila titik korsleting berada berdekatan dengan barang-barang rumah tangga yang mudah terbakar.

"Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan permukiman padat, agar melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing," imbau Zarman pada Selasa (27/10/2026).

Peristiwa kebakaran yang sempat meluluhlantakkan sejumlah bangunan di Jalan Nilam, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota menjadi pengingat keras. Menurut Zarman, insiden itu memperlihatkan betapa cepatnya lidah api menjalar di sebuah kawasan permukiman yang jarak antar bangunannya saling berdempetan.

"Kondisi di Jalan Nilam menjadi perhatian kami untuk meningkatkan aspek pencegahan, khususnya melalui sosialisasi kepada warga yang tinggal di kawasan padat penduduk. Rumah yang berdekatan dan berbahan papan lebih mudah terbakar, sehingga perlu diantisipasi," bebernya.

Ia turut menerangkan bahwa nyala api hanya bisa membesar jika terdapat tiga unsur utama yang bertemu di satu titik, yakni oksigen, material mudah terbakar, dan sumber panas. Oleh karena itu, menjauhkan sumber panas dari barang-barang pemicu api adalah benteng pertahanan pertama yang paling mudah dilakukan di lingkup rumah tangga.

Di tengah tantangan memadamkan api di area perumahan, penanganan kebakaran lahan di wilayah pinggiran Pekanbaru justru menunjukkan hasil yang menggembirakan. Kolaborasi lintas instansi antara DPKP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dinilai sukses menekan angka penyebaran titik api.

Zarman memastikan bahwa saat ini wilayah administrasi Pekanbaru mencatatkan status nihil titik api kebakaran lahan. Secara statistik, timnya terakhir kali berjibaku memadamkan api di area lahan terbuka pada Agustus 2026 silam dengan total 28 kejadian. Meski angka kebakaran lahan sudah jauh menyusut, personel di lapangan dipastikan tetap bersiaga memantau segala kemungkinan munculnya sumber api baru. ***

wwwwww