Pemkab Pasaman Barat Ajak Masyarakat Jaga Daerah Aliran Sungai untuk Cegah Bencana
![]() |
| Wakil Bupati Pasaman Barat Risnawanto (tengah) mengadakan rapat terkait upaya menjaga daerah aliran sungai beberapa waktu lalu. (antara/ho-diskominfo pasaman barat) |
"Daerah aliran sungai harus menjadi perhatian bersama. Banyak bencana alam terjadi karena kondisi DAS yang rusak," ujar Wakil Bupati Pasaman Barat, Risnawanto, di Simpang Empat, Minggu (29/12/2024).
Ia menjelaskan bahwa keberadaan banyak sungai di Pasaman Barat menjadi salah satu faktor pemicu bencana, terutama saat pengelolaannya tidak sesuai. Sungai-sungai yang rusak dapat berdampak langsung pada lingkungan, seperti banjir yang sering melanda.
"Salah satu contohnya adalah Sungai Batang Saman di Nagari Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, yang sering meluap dan menyebabkan banjir. Dampaknya merendam rumah warga, lahan pertanian, serta perkebunan," ungkapnya.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Pasaman Barat telah membentuk Forum DAS Pasaman Barat yang akan bekerja sama dengan Forum Pengelolaan DAS Sumatera Barat. Forum ini akan fokus pada pendekatan terpadu untuk menyelaraskan aktivitas manusia dengan pelestarian lingkungan di wilayah DAS.
"Kami akan meningkatkan koordinasi untuk mengelola sumber daya alam di DAS secara terpadu, mulai dari hulu hingga hilir. Semua pihak harus memahami bahwa aliran sungai merupakan kesatuan yang terintegrasi," tambahnya.
Risnawanto juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, untuk berkolaborasi dalam menjaga kelestarian DAS. Upaya ini penting untuk mencegah bencana dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam di wilayah Pasaman Barat. (ant)
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Kategori | : | Ragam |


























