Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Tuntut Tanggung Jawab, Australia Desak Keadilan Pekerja Kemanusiaan

Tuntut Tanggung Jawab, Australia Desak Keadilan Pekerja Kemanusiaan
Menlu Australia, Penny Wong.
Kamis, 20 Agustus 2026 11:22 WIB

CANBERRA - Kematian staf organisasi non-profit World Central Kitchen (WCK) di Jalur Gaza kembali memicu polemik internasional. Australia memberikan reaksi keras setelah militer Israel memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan pidana atas serangan udara yang menewaskan tujuh relawan, termasuk warga negara Australia, Lalzawmi Frankcom.

Sebagai bentuk protes, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong resmi memanggil Duta Besar Israel di Canberra, Hillel Newman pada Kamis (20/8/2026) untuk meminta klarifikasi pertanggungjawaban.

Bertepatan Hari Kemanusiaan

Kekecewaan Australia semakin mendalam karena pengumuman penghentian kasus oleh Israel dilakukan sesaat sebelum peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia.

Menlu Wong menyampaikan bahwa informasi tersebut menjadi pukulan berat bagi orang-orang terdekat korban. Otoritas Canberra juga telah mengarahkan diplomatnya di Tel Aviv untuk menyampaikan pandangan resmi pemerintah.

"Hal yang sangat melukai perasaan orang-orang terkasih Zomi, para pekerja kemanusiaan lainnya, dan seluruh rakyat Australia," urainya.

Standar Akuntabilitas Internasional

Pemerintah Australia menilai Zomi merupakan representasi dari nilai-nilai keberanian kemanusiaan. Penghentian kasus tanpa adanya sanksi pidana dianggap jauh dari harapan publik internasional.

"Keputusan ini jauh dari standar akuntabilitas yang kami harapkan," keluhnya.

Wong memastikan bahwa diplomasi Australia akan terus berjalan untuk menuntut transparansi dan keadilan bagi para korban serangan April 2024 tersebut.

Klaim Tidak Disengaja

Dari pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa militer secara tidak sengaja menyerang konvoi pengangkut bantuan makanan tersebut. Pernyataan ini berujung pada penutupan kasus pidana pada Rabu (19/8/2026).

Dubes Israel, Hillel Newman seusai pertemuannya dengan Menlu Wong, menegaskan kembali argumen negaranya bahwa tidak ada niat untuk menargetkan pekerja kemanusiaan.

"Keputusan bahwa tidak ada pertanggungjawaban pidana, kita harus menghormati kesimpulan tersebut," dalihnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww