Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
24 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Rencana Pencaplokan Selat Hormuz, Trump Klaim Kemenangan Atas Iran Segera Terwujud

Rencana Pencaplokan Selat Hormuz, Trump Klaim Kemenangan Atas Iran Segera Terwujud
Donald Trump (Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein)
Sabtu, 15 Agustus 2026 14:27 WIB

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan rencananya untuk mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari teritorial negaranya. Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pendukung dalam sebuah rapat umum politik yang digelar di akademi kepolisian Negara Bagian New York, Sabtu (15/8/2026).

"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ucapnya sembari tertawa.

Ia kembali meyakinkan para pendukungnya mengenai rencana pencaplokan kawasan perairan tersebut. "Itu benar," tambahnya.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran bermula dari kampanye militer yang dilancarkan Washington bersama Israel pada (28/2/2026) lalu. Operasi tersebut bertujuan untuk menghentikan program nuklir yang dijalankan oleh Teheran karena dinilai kontroversial.

Sebagai bentuk balasan, Iran mengambil alih kendali secara de facto atas sebagian besar Selat Hormuz. Jalur perairan ini dikenal sebagai rute logistik sentral bagi pendistribusian energi dan komoditas global secara masif.

Kondisi ini memicu kebuntuan antara kedua negara di kawasan perairan tersebut. Iran secara sepihak menolak akses bagi sebagian besar kapal pelayaran sipil yang melintas. Merespons tindakan itu, Angkatan Laut Amerika Serikat menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran guna melumpuhkan perputaran ekonomi negara tersebut.

"Kita sudah melakukan blokade. Tidak ada kapal yang bisa melewatinya kecuali kita menginginkannya," tegasnya yang langsung disambut sorak-sorai dukungan dari massa dan personel kepolisian yang hadir.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww