Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Perluas Akses Pasar Global, Prabowo Bawa Indonesia Bidik Keanggotaan BRICS dan OECD

Perluas Akses Pasar Global, Prabowo Bawa Indonesia Bidik Keanggotaan BRICS dan OECD
Presiden Prabowo Subianto.
Sabtu, 15 Agustus 2026 13:47 WIB

JAKARTA - Orientasi pasif dalam pragmatisme ekonomi makro kini ditinggalkan. Memasuki pertengahan 2026, pemerintah Indonesia secara agresif memperluas integrasi pasar global melalui manuver diplomasi tingkat tinggi yang dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto.

Keterlibatan langsung ini terlihat dari rekam jejak lebih dari 50 kunjungan internasional dalam dua tahun terakhir. Fokus utama dari pergerakan ini adalah mengamankan ketahanan energi, mendorong investasi hilirisasi industri, serta memperkuat jaring pengaman ekonomi dari volatilitas global.

Integrasi BRICS dan Kesepakatan Perdagangan

Pemerintah menerapkan strategi pelindungan nilai (hedging) multipolar dalam berekspansi. Di satu sisi, Indonesia mematangkan langkah formal untuk bergabung dengan blok ekonomi BRICS, sementara di sisi lain tetap mengupayakan aksesi ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Langkah taktis juga tercatat dalam perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang mengalami kemajuan substansial. Kesepakatan ini dirancang untuk membuka keran akses pasar Eropa yang lebih luas bagi komoditas strategis domestik.

"Seni diplomasi memperlakukan pihak lawan sebagai mitra untuk menghasilkan kesepakatan berkelanjutan dan saling menguntungkan," papar mantan penasihat kebijakan AS, Stuart E Eizenstat, dalam teori negosiasi internasionalnya yang memiliki titik temu dengan gaya diplomasi Jakarta saat ini.

Pengamanan Energi dan Hilirisasi

Di sektor ketahanan energi, pemerintah mengamankan pasokan komersial bernilai miliaran dolar di luar kawasan Timur Tengah, termasuk kesepakatan besar dengan Amerika Serikat. Upaya ini dilakukan bersamaan dengan pertemuan strategis bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk menjamin stabilitas pasokan di tengah eskalasi konflik global.

Untuk sektor industri hilir, kemitraan strategis terus didorong bersama negara-negara berteknologi maju seperti Prancis, Jepang, dan Korea Selatan. Ekspansi ekonomi multi-arah ini menjadi instrumen pemerintah untuk melindungi sistem keuangan dalam negeri dari disrupsi rantai pasok.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww