Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

Proyek Cetak Sawah Merauke Serap Ribuan Alat Berat dari Luar Negeri

Proyek Cetak Sawah Merauke Serap Ribuan Alat Berat dari Luar Negeri
Kapal pesiar J7 Explorer yang disebut milik pengusaha asal Kalimantan, menjadi sorotan setelah terlihat menggunakan logo Kementerian Pertahanan (Kemhan). (Foto: Dok. Kemhan)
Sabtu, 15 Agustus 2026 13:24 WIB

JAKARTA -  Proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan mendatangkan ribuan alat berat dan tenaga ahli asing. Untuk melancarkan rantai pasok dan operasional di wilayah yang minim infrastruktur darat tersebut, pengusaha Andi Samsudin Arsyad mengerahkan kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer miliknya sebagai pusat logistik terapung.

Penggunaan kapal sepanjang 120 meter ini menarik perhatian publik karena disemati logo Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran rantai pasok dalam mendukung program percepatan ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Pemilik kapal, Andi Samsudin Arsyad menyatakan pengerahan sumber daya berskala besar ini merupakan bentuk tanggung jawab pengusaha dalam menyukseskan program prioritas negara. Pihaknya juga telah mendatangkan alat berat dalam jumlah masif.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," paparnya.

Solusi Akses Geografis

Karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi membuat keberadaan kapal J7 Explorer sangat dibutuhkan. Kapal yang sanggup menampung 50 tamu beserta kru dalam jumlah besar ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan tempat tinggal sementara para tenaga ahli di tengah sulitnya akses lapangan.

Kapal berbobot 8.076 GT buatan Batam ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk helipad. Kapal ini kini difungsikan sepenuhnya sebagai infrastruktur penunjang utama yang menembus bentang alam timur Indonesia demi menyukseskan proyek pangan.

Penjelasan Otoritas Terkait

Terkait penggunaan logo kementerian di lambung kapal, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memberikan klarifikasi. Logo tersebut menunjukkan bahwa mobilitas kapal berada di bawah wewenang pemerintah untuk kepentingan operasional pangan.

"Kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," urainya. Operasional kapal ini juga mencakup wilayah Kalimantan dan Sumatera.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww