Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

Capai Swasembada Pangan, Pemerintah Targetkan Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia

Capai Swasembada Pangan, Pemerintah Targetkan Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah) menyaksikan penandatanganan pembelian beras premium Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd dari Perum Bulog. (Foto: Dok. Kementan)
Sabtu, 15 Agustus 2026 11:21 WIB

JAKARTA - Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan membuka jalan bagi perluasan distribusi komoditas pertanian ke pasar internasional. Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengekspor 200.000 ton beras kelas premium menuju Malaysia secara bertahap.

Langkah pengiriman perdana direncanakan sebanyak 1.000 ton. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjelaskan kebijakan ini diambil lantaran pasokan gabah dan beras di dalam negeri tergolong melimpah.

"Sesuai data BPS yang terakhir bahwasanya produksi kita tahun ini sesuai estimasi sampai dengan Oktober itu lebih tinggi daripada tahun lalu," ungkap Amran, Jumat (15/8/2026) malam.

Kapasitas Produksi dan Rantai Pasok

Pemerintah mengonfirmasi bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. Cadangan beras yang ada jauh melampaui kebutuhan konsumsi harian masyarakat Indonesia.

"Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," sebutnya.

Melihat besarnya kelebihan stok tersebut, pemerintah mengarahkan kebijakan pada manajemen rantai pasok global. Malaysia dipilih sebagai salah satu negara tujuan utama mengingat kebutuhan beras di negara tersebut mencapai 1,5 hingga 1,7 juta ton setiap tahunnya, dengan wilayah Sarawak sendiri membutuhkan sekitar 200.000 ton.

Dampak Ekonomi bagi Sektor Pertanian

Dari sisi ekonomi, nilai jual beras ke negara tetangga tersebut dinilai menguntungkan. Kedua belah pihak menyepakati harga di level Rp17.000 per kilogram atau sekitar 3,9 ringgit Malaysia.

"InsyaAllah harga yang diberikan per kilo, ini yang ditunggu-tunggu, itu 3,9 Ringgit atau Rp17.000 per kilo," jelasnya.

Total estimasi pendapatan dari kegiatan ekspor ini menembus angka Rp3,4 triliun. Keberhasilan menembus pasar Malaysia ini memperpanjang rekam jejak Indonesia sebagai negara pengekspor beras, menyusul pengiriman serupa yang pernah dilakukan ke Mesir dan Palestina beberapa waktu lalu.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kampus
wwwwww