Capai Swasembada Pangan, Pemerintah Targetkan Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia
![]() |
| Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah) menyaksikan penandatanganan pembelian beras premium Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd dari Perum Bulog. (Foto: Dok. Kementan) |
JAKARTA - Keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan membuka jalan bagi perluasan distribusi komoditas pertanian ke pasar internasional. Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengekspor 200.000 ton beras kelas premium menuju Malaysia secara bertahap.
Langkah pengiriman perdana direncanakan sebanyak 1.000 ton. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menjelaskan kebijakan ini diambil lantaran pasokan gabah dan beras di dalam negeri tergolong melimpah.
"Sesuai data BPS yang terakhir bahwasanya produksi kita tahun ini sesuai estimasi sampai dengan Oktober itu lebih tinggi daripada tahun lalu," ungkap Amran, Jumat (15/8/2026) malam.
Kapasitas Produksi dan Rantai Pasok
Pemerintah mengonfirmasi bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat aman. Cadangan beras yang ada jauh melampaui kebutuhan konsumsi harian masyarakat Indonesia.
"Stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," sebutnya.
Melihat besarnya kelebihan stok tersebut, pemerintah mengarahkan kebijakan pada manajemen rantai pasok global. Malaysia dipilih sebagai salah satu negara tujuan utama mengingat kebutuhan beras di negara tersebut mencapai 1,5 hingga 1,7 juta ton setiap tahunnya, dengan wilayah Sarawak sendiri membutuhkan sekitar 200.000 ton.
Dampak Ekonomi bagi Sektor Pertanian
Dari sisi ekonomi, nilai jual beras ke negara tetangga tersebut dinilai menguntungkan. Kedua belah pihak menyepakati harga di level Rp17.000 per kilogram atau sekitar 3,9 ringgit Malaysia.
"InsyaAllah harga yang diberikan per kilo, ini yang ditunggu-tunggu, itu 3,9 Ringgit atau Rp17.000 per kilo," jelasnya.
Total estimasi pendapatan dari kegiatan ekspor ini menembus angka Rp3,4 triliun. Keberhasilan menembus pasar Malaysia ini memperpanjang rekam jejak Indonesia sebagai negara pengekspor beras, menyusul pengiriman serupa yang pernah dilakukan ke Mesir dan Palestina beberapa waktu lalu.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inews.id |
| Kategori | : | Kampus |











