Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

Inflasi AS Turun Sesuai Ekspektasi, Rupiah Masih Sulit Beranjak dari Angka Rp17.877

Inflasi AS Turun Sesuai Ekspektasi, Rupiah Masih Sulit Beranjak dari Angka Rp17.877
Riupiah.
Kamis, 13 Agustus 2026 17:11 WIB

JAKARTA - Laju nilai tukar rupiah terpantau tidak mengalami pergerakan pada akhir perdagangan Kamis (13/8/2026). Dinamika konflik geopolitik serta rilis data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) memengaruhi keengganan investor untuk mengambil posisi yang agresif.

Data dari Bloomberg menunjukkan kurs rupiah terhadap dolar AS stagnan di level Rp17.877 per USD. Catatan berbeda terlihat pada data Yahoo Finance yang menunjukkan rupiah menguat tipis delapan poin ke level Rp17.863 per USD, serta data Jisdor yang menempatkan rupiah turun enam poin ke Rp17.882 per USD.

"Sore ini rupiah ditutup stagnan di Rp17.877 per USD. Kita lihat rupiah tadi sempat mengalami pelemahan tujuh poin, tapi sekarang stagnan," terang analis pasar uang Ibrahim Assuaibi.

Dampak Konflik Selat Hormuz

Ibrahim menyoroti ketegangan yang kembali mengemuka antara AS dan Iran terkait kendali atas Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi bagi distribusi energi global, sehingga setiap eskalasi konflik langsung memengaruhi pergerakan pasar uang.

Pemerintah AS mengklaim telah mengontrol kawasan tersebut, sebuah pernyataan yang dibantah oleh Iran. Pihak Iran bersikeras bahwa otoritas selat berada di tangan mereka dan Oman. Lebih jauh, Iran mengajukan syarat penghapusan sanksi secara menyeluruh dari AS sebagai jalan keluar untuk meredakan ketegangan.

Sinyal Inflasi Amerika Serikat

Selain faktor keamanan global, arah pasar uang juga disetir oleh data makroekonomi AS. Laju inflasi AS, baik bulanan maupun tahunan, tercatat turun sesuai prediksi pasar. Penurunan ini memberikan gambaran tentang langkah The Fed ke depannya.

"Jika harga minyak mentah mengalami penurunan, terdapat peluang The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September," sebut Ibrahim.

Respons Kebijakan Pemerintahan Prabowo

Meski tekanan global cukup besar, rupiah mendapat topangan dari kondisi ekonomi dalam negeri. Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang kembali menetapkan Plt Gubernur Bank Indonesia direspons secara positif oleh pelaku pasar keuangan.

Kepercayaan ini diperkuat oleh indeks MSCI yang masih mempertahankan status pasar modal Indonesia di kategori Emerging Market. Dua faktor internal ini dinilai cukup ampuh menahan laju pelemahan rupiah. Untuk perdagangan esok hari, Ibrahim memproyeksikan pergerakan kurs akan berfluktuasi dan ditutup melemah di rentang Rp17.870 per USD hingga Rp17.920 per USD. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Kampus, Keuangan
wwwwww