Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Pemerintah Iran Balik Serang Prancis Usai Ditekan Soal Hukuman Mati

Pemerintah Iran Balik Serang Prancis Usai Ditekan Soal Hukuman Mati
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Kamis, 13 Agustus 2026 16:50 WIB

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam Prancis dan negara-negara lain karena berceramah tentang hak asasi manusia dan hukum internasional, sembari mendukung kejahatan perang Israel dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut dikeluarkan menyusul rilis Kementerian Luar Negeri Prancis yang menyebutkan bahwa 32 negara, termasuk Prancis, Inggris, dan Kanada, serta kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, mengutuk penggunaan hukuman mati di Iran.

"Negara-negara seperti Prancis harus berhenti memberi ceramah kepada dunia tentang 'hak asasi manusia' dan hukum internasional. Kemunafikan ini sangat mencolok dan memalukan," cetus diplomat senior Iran tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial X, dilansir media Iran, Press TV, Kamis (13/8/2026).

Penilaian Terhadap Landasan Moral Negara Barat

Pemerintah Iran secara tegas menyoroti kontradiksi antara seruan moral negara-negara barat dengan tindakan politik luar negeri mereka di kawasan Timur Tengah.

"Dukungan Anda terhadap genosida Israel di Gaza -- dan agresi terhadap Iran -- telah menghancurkan landasan moral apapun yang Anda kira Anda punya," imbuh Menlu Iran itu.

Sebelumnya, dalam pernyataan bersama, Prancis dan puluhan negara lainnya menyatakan bahwa Teheran mengeksekusi mati para demonstran untuk membungkam perbedaan pendapat.

Pernyataan Bersama Aliansi Internasional

Gabungan negara tersebut bersama kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengutuk dengan sekeras-kerasnya eksekusi yang sedang berlangsung terhadap para pengunjuk rasa dan penggunaan hukuman mati oleh Iran.

"Penggunaan hukuman mati untuk membungkam perbedaan pendapat, mengintimidasi masyarakat, dan menghukum individu yang menjalankan hak asasi manusianya, tidak pernah dapat dibenarkan," demikian pernyataan bersama tersebut, dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/8/2026).

"Rakyat Iran harus bebas untuk menjalankan hak mereka atas kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai tanpa rasa takut," imbuh pernyataan tersebut.

Awalnya, 26 negara menandatangani pernyataan bersama ini, namun kemudian negara-negara lain bergabung dengan deklarasi ini sehingga jumlah penandatangan menjadi 32 negara, kata Kementerian Luar Negeri Prancis kepada AFP.

Australia, Selandia Baru, Irlandia, Italia, Jerman, dan sejumlah negara Eropa lainnya termasuk di antara negara-negara yang menyerukan Iran untuk segera mengakhiri penggunaan hukuman mati dan membebaskan semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww