Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Buntut Isu Hak Komersial Piala Dunia, Kursi Presiden FIFA Digoyang

Buntut Isu Hak Komersial Piala Dunia, Kursi Presiden FIFA Digoyang
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Dylan Martinez)
Selasa, 11 Agustus 2026 14:38 WIB

JAKARTA - Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) tengah mendapat sorotan tajam. Rencana penjualan sebagian saham hak komersial Piala Dunia kepada pihak swasta memicu desakan agar dirinya meletakkan jabatan, meski rencana tersebut akhirnya urung dilaksanakan.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump muncul memberikan pembelaan. Melalui platform Truth Social, Senin (10/8/2026), Trump meminta FIFA untuk tidak menggeser Infantino dari kursi kepemimpinannya.

"FIFA akan melakukan kesalahan yang parah jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," ucapnya.

Surat Terbuka Tiga Benua

Gelombang tekanan terhadap Infantino berasal dari tiga kekuatan besar sepak bola dunia. UEFA, CONCACAF, dan AFC mengirimkan surat terbuka bersama yang mengkritik manuver Infantino terkait hak komersial Piala Dunia, Senin (10/8/2026).

Mereka menilai langkah tersebut mencederai kepercayaan anggota federasi. "Ketika kepercayaan dirusak melalui tipu daya, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kepentingan bersama yang telah mempercayakan wewenang kepadanya, maka kewajiban itu telah diabaikan," tegas perwakilan konfederasi dalam surat tersebut.

Infantino yang telah menjabat sejak 2016 sebenarnya memiliki sisa masa jabatan hingga 2027. Di tengah upayanya memperpanjang kepemimpinan hingga 2031, polemik ini menjadi rintangan terbesar yang harus dihadapinya.

FIFA Ambil Langkah Penyelamatan

Mengantisipasi eskalasi konflik, jajaran petinggi FIFA menggelar pertemuan krisis di Maroko pekan lalu. Organisasi tersebut secara resmi menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan dalam perencanaan hak komersial dan menyatakan bahwa wacana itu telah dibatalkan.

Para pejabat senior FIFA memanfaatkan pertemuan tersebut untuk merapatkan barisan dan menyatakan dukungan penuh bagi Infantino. Langkah tegas juga diambil untuk melindungi reputasi badan sepak bola tersebut.

"Kami tidak akan lagi mentoleransi serangan apa pun terhadap integritas kami, tata kelola yang baik, dan prosedur yang semestinya, serta akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama baik dan reputasinya," papar FIFA dalam pernyataan resminya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner, Mimbar Bertuah
wwwwww