Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
17 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Beda Pandangan dengan AS, Israel Pertanyakan Kesepakatan Senjata Gaza

Beda Pandangan dengan AS, Israel Pertanyakan Kesepakatan Senjata Gaza
Ilustrasi bendera Israel.
Senin, 03 Agustus 2026 16:52 WIB

JAKARTA - Kerangka kesepakatan damai di Jalur Gaza memunculkan respons berbeda antara Pemerintah Amerika Serikat dan Israel. Menyikapi klaim persetujuan perlucutan senjata dari pihak Hamas yang dipuji oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pihak Israel justru menyuarakan kekhawatiran serius.

Juru bicara kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Doron Spielman meluruskan bahwa narasi yang saat ini berkembang belum disepakati secara utuh oleh pihak Israel.

"Israel telah menyampaikan komentar dan kekhawatirannya tentang kerangka kerja yang diusulkan kepada rekan-rekan Amerika kami. Versi yang telah dipublikasikan tidak mencerminkan posisi Israel," sebutnya, Senin (3/8/2026).

Ketidaksepakatan ini didasarkan pada data intelijen Israel yang memantau pergerakan Hamas sejak inisiatif gencatan senjata bergulir pada bulan Oktober lalu. Bukannya melemah, kelompok bersenjata itu dilaporkan terus melakukan perekrutan personel militer.

Respons ini bertolak belakang dengan optimisme Trump yang menyebut Israel menyambut baik kesediaan Hamas pada hari Jumat lalu, terkait rencana penyerahan senjata kepada komite baru pemerintahan Palestina.

Alih-alih percaya, Spielman memandang tindakan Hamas tersebut sebagai kamuflase untuk menyiapkan serangan skala besar berikutnya. Ia merujuk pada pedoman Dewan Perdamaian bentukan Trump yang mewajibkan Gaza menjadi area yang aman dari ancaman negara tetangga.

"Visi itu sangat bertentangan dengan realitas saat ini dan dengan niat Hamas yang dinyatakan. Langkah pertama yang sangat penting menuju kesepakatan yang langgeng adalah demiliterisasi Hamas yang tulus, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan," urainya.

Ia menggarisbawahi bahwa tidak ada ruang kompromi terkait status kepemilikan senjata di wilayah konflik tersebut.

"Apa pun yang kurang dari demiliterisasi penuh akan membuat Hamas memiliki kemampuan untuk mengancam Israel lagi," tegasnya.

Karena alasan keamanan yang belum terverifikasi, seorang pejabat anonim Israel memastikan bahwa tidak akan ada penarikan pasukan dari wilayah Gaza dalam waktu dekat. Sementara itu, otoritas Palestina mencatat serangan pihak Israel masih berlangsung pada Minggu (2/8/2026) dan memakan sedikitnya 13 korban jiwa.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww