Beda Pandangan dengan AS, Israel Pertanyakan Kesepakatan Senjata Gaza
![]() |
| Ilustrasi bendera Israel. |
JAKARTA - Kerangka kesepakatan damai di Jalur Gaza memunculkan respons berbeda antara Pemerintah Amerika Serikat dan Israel. Menyikapi klaim persetujuan perlucutan senjata dari pihak Hamas yang dipuji oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pihak Israel justru menyuarakan kekhawatiran serius.
Juru bicara kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Doron Spielman meluruskan bahwa narasi yang saat ini berkembang belum disepakati secara utuh oleh pihak Israel.
"Israel telah menyampaikan komentar dan kekhawatirannya tentang kerangka kerja yang diusulkan kepada rekan-rekan Amerika kami. Versi yang telah dipublikasikan tidak mencerminkan posisi Israel," sebutnya, Senin (3/8/2026).
Ketidaksepakatan ini didasarkan pada data intelijen Israel yang memantau pergerakan Hamas sejak inisiatif gencatan senjata bergulir pada bulan Oktober lalu. Bukannya melemah, kelompok bersenjata itu dilaporkan terus melakukan perekrutan personel militer.
Respons ini bertolak belakang dengan optimisme Trump yang menyebut Israel menyambut baik kesediaan Hamas pada hari Jumat lalu, terkait rencana penyerahan senjata kepada komite baru pemerintahan Palestina.
Alih-alih percaya, Spielman memandang tindakan Hamas tersebut sebagai kamuflase untuk menyiapkan serangan skala besar berikutnya. Ia merujuk pada pedoman Dewan Perdamaian bentukan Trump yang mewajibkan Gaza menjadi area yang aman dari ancaman negara tetangga.
"Visi itu sangat bertentangan dengan realitas saat ini dan dengan niat Hamas yang dinyatakan. Langkah pertama yang sangat penting menuju kesepakatan yang langgeng adalah demiliterisasi Hamas yang tulus, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan," urainya.
Ia menggarisbawahi bahwa tidak ada ruang kompromi terkait status kepemilikan senjata di wilayah konflik tersebut.
"Apa pun yang kurang dari demiliterisasi penuh akan membuat Hamas memiliki kemampuan untuk mengancam Israel lagi," tegasnya.
Karena alasan keamanan yang belum terverifikasi, seorang pejabat anonim Israel memastikan bahwa tidak akan ada penarikan pasukan dari wilayah Gaza dalam waktu dekat. Sementara itu, otoritas Palestina mencatat serangan pihak Israel masih berlangsung pada Minggu (2/8/2026) dan memakan sedikitnya 13 korban jiwa.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Kuliner |











