Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
16 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kuasai 80 Persen Konsumsi, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Kuasai 80 Persen Konsumsi, Harga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Senin, 03 Agustus 2026 17:42 WIB

JAKARTA - Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi resmi diberlakukan menyusul adanya koreksi harga pada pasar global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa harga BBM jenis Pertamax cs secara otomatis akan mengikuti acuan harga minyak mentah dunia.

Hal tersebut disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/8/2026), untuk merespons turunnya harga Pertamax dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter.

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," papar Bahlil.

Menurutnya, pergerakan tren yang sedang melemah ini langsung direspons oleh badan usaha, termasuk swasta, untuk memangkas harga jual di stasiun pengisian bahan bakar.

"Dan sekarang kan lagi turun. Dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang kan lagi turun kan," imbuhnya.

Di tengah penyesuaian tarif tersebut, pemerintah memastikan masyarakat luas tidak perlu khawatir. BBM bersubsidi yang mendominasi tingkat konsumsi nasional akan tetap ditanggung oleh negara dengan harga yang stabil.

"Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang di tanggung jawab oleh pemerintah yaitu subsidi," tegasnya.

Tercatat per 1 Agustus 2026, tarif baru ini diterapkan pada daerah yang memberlakukan PBBKB 5 persen, yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Harga Pertamax kini menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun ke Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo menjadi Rp18.300 per liter. Di sisi lain, harga Dexlite tetap berada di Rp19.700 per liter dan Pertamina Dex Rp21.150 per liter. Untuk BBM penugasan, Pertalite dipertahankan pada harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww