Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
8 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Alasan Airlangga Tunda Bantuan Kendaraan Listrik Hingga Agustus

Alasan Airlangga Tunda Bantuan Kendaraan Listrik Hingga Agustus
Ilustrasi (net)
Senin, 29 Juni 2026 16:30 WIB

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk mengkaji ulang skema program subsidi pembelian kendaraan listrik. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan insentif sepeda motor listrik ditunda dari jadwal semula bulan Juni 2026 menjadi Agustus.

Penundaan kebijakan strategis ini dikonfirmasi oleh politikus Partai Golkar itu saat ditemui di gedung Smesco, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026). Selain mematangkan skema insentif, pemerintah juga memiliki fokus lain.

"Nanti, masih dievaluasi. Terutama kami sedang mempersiapkan mobil nasional," beber Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sebelumnya, angin segar sempat berembus bulan Mei 2026 saat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan subsidi kendaraan listrik turun awal Juni 2026. Tujuannya sebagai langkah strategis mendongkrak pertumbuhan ekonomi jangka pendek pada triwulan III 2026.

Purbaya merincikan alokasi 200 ribu unit kendaraan listrik untuk tahap perdana. Rinciannya meliputi 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik.

Insentif dana untuk motor listrik ditetapkan sebesar Rp 5 juta per unit, sementara rincian subsidi mobil listrik masih dibahas. Secara teknis, pelaksanaannya akan diatur oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"100 ribu (unit) subsidi pertama. Kalau habis, kasih lagi. Motor listrik juga sama. 100 ribu pertama kami akan kasih," sebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Pemerintah menaruh harapan besar agar penyaluran bantuan ini mampu menjaga seluruh mesin ekonomi tetap bergerak, terutama bertumpu pada sisi permintaan di sektor manufaktur.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Balai Kota
wwwwww