Kemenhan Konfirmasi Tiga Calon Manajer Koperasi Meninggal Saat Pelatihan Militer
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA - Pelatihan militer dasar komando cadangan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih kembali memakan korban jiwa, menambah total korban menjadi tiga orang. Korban ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang yang menghembuskan napas terakhir Selasa (23/6/2026).
Novia tercatat sebagai peserta program sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI). Ia menjalani masa tempaan fisik di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara, Jakarta.
Begitu mengeluhkan gangguan kesehatan, tim medis satuan segera memberikan tindakan pertama sesuai prosedur.
"Peserta kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan," urai Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, Rabu (24/6/2026).
Secara prosedur, Rico menegaskan para peserta ini telah memenuhi syarat pendidikan medis usai melewati tahapan seleksi Computer Assisted Test di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, 9 Mei 2026. Pemerintah mengadakan seleksi ini guna merekrut 30 ribu Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5 ribu Pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.
Pelatihan ini memakan waktu 45 hari dan sudah dimulai sejak 17 Juni 2026 dengan melibatkan lebih dari 35.000 peserta. Selain latihan komando, mereka dibekali materi teknis manajerial dan pengelolaan program.
Guna menghindari jatuhnya korban tambahan, evaluasi berlapis segera diterapkan oleh Kementerian Pertahanan, Panitia Seleksi Nasional, serta penyelenggara pendidikan.
"Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program," papar Rico.
Kematian Novia menyusul dua rekan lainnya yang meninggal sehari sebelumnya dengan keluhan kesehatan yang berbeda. Peserta bernama Anisa Muyassaroh meninggal usai terserang heat stroke di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer Mulawarman Balikpapan, Kalimantan Timur. Di lokasi berbeda, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal karena henti jantung (cardiac arrest) saat menempuh pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Kampus |











