Libur Sekolah Jadi Momentum BGN Benahi Distribusi Makanan Gratis
![]() |
| Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. |
JAKARTA - Evaluasi operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hampir genap setahun berjalan kini memasuki babak baru. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) telah menyerahkan dokumen kajian independen berupa survei dan rekomendasi strategis kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Langkah ini diambil guna mengoptimalkan program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pihaknya terus menjalin koordinasi bersama dua Wakil Ketua BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono, guna membedah potret riil di lapangan.
Kajian independen tersebut bertumpu pada tiga pilar utama. Ketiganya meliputi penataan ketepatan sasaran penyaluran, efisiensi pengelolaan anggaran, serta identifikasi kelompok penerima manfaat skala prioritas.
Terkait dinamika awal program, Luhut menilai ritme eksekusi yang cepat sempat memicu kendala operasional.
"Hanya kemarin mungkin kita terlalu buru-buru, sehingga banyak masalah di sini. Jadi enggak usah juga terlalu ributlah, kan sudah diselesaikan baik-baik juga semua," papar Luhut saat ditemui di kantornya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu.
DEN memberikan catatan tebal mengenai efisiensi anggaran. Pemerintah disarankan mengimplementasikan program ini secara bertahap agar kendala di akar rumput bisa dipetakan dengan jeli.
"Ya sebenarnya efisiensi lagi, jadi mengidentifikasi masalah juga. Kenapa harus semua sekaligus? Kan bisa dibikin bertahap sehingga sampai kita jadi paham," tambahnya.
Meski demikian, pengalaman mengurai logistik membuat Luhut yakin program ini bakal mencapai performa ideal dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan. Apalagi, program ini memberi suntikan dana jumbo ke sektor riil.
"Dan ini kami terus terang punya kepentingan supaya mendorong juga pertumbuhan ekonomi karena itu kan pemerataan sebenarnya. Jadi Rp1 triliun per hari turun ke bawah itu dampaknya besar," urai Luhut.
Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pengelolaan program ini wajib bertumpu pada data presisi. Di sisi lain, BGN juga sedang menggodok standardisasi skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Guna menyelaraskan regulasi tersebut, BGN memanfaatkan waktu libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Distribusi makanan dihentikan sementara agar jajaran teknis dapat fokus melakukan pembenahan internal.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kampus |











