Warga Cikande Terimbas Kasus Udang Beku Tercemar Cs-137
![]() |
| Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar memberi respons soal temuan udang beku yang tercemar radioaktif Cesium-137 (Cs-137), Jakarta (2/10/2025). (foto: liputan6.com/ade nasihudin). |
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut sebanyak 1.562 orang, termasuk pekerja pabrik dan masyarakat sekitar, sudah diperiksa. Dari jumlah itu, sembilan orang diduga terkontaminasi dan langsung mendapat penanganan medis, termasuk obat khusus yang didatangkan dari Singapura.
“Pemeriksaan sudah dilakukan, hanya sembilan orang yang perlu ditangani, dan mereka telah ditangani oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Zulhas usai rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Pemerintah menetapkan status kejadian khusus radiasi di kawasan industri Cikande untuk mempercepat langkah dekontaminasi. Satgas yang dibentuk sejak September menegaskan kontaminasi Cs-137 hanya ditemukan di titik tersebut, tanpa menyebar ke rantai pasok nasional maupun ekspor.
Meski pemerintah berusaha meyakinkan bahwa situasi terkendali, keresahan tetap dirasakan warga. Radiasi Cs-137 dikenal berbahaya bagi kesehatan. Menurut ahli keamanan kesehatan global, dr. Dicky Budiman, paparan akut dapat menimbulkan mual, muntah, hingga kerusakan sumsum tulang. Dalam jangka panjang, risiko kanker, infertilitas, dan gangguan sistem imun juga meningkat.
“Paparan radioaktif itu bukan hanya soal fisik, tapi juga dampak psikososial. Rasa cemas, ketakutan, dan trauma bisa dialami masyarakat sekitar kawasan terpapar,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa isu keamanan industri tak bisa dilepaskan dari keselamatan manusia. Para pekerja dan masyarakat Cikande kini bukan hanya menghadapi ancaman kesehatan, tetapi juga beban psikologis akibat paparan radioaktif yang muncul dari lingkungan tempat mereka mencari nafkah. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Kampus, Pasar & Niaga, Balai Kota |











