Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
13 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Tetap Waspada Tekanan Pasar Global

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Tetap Waspada Tekanan Pasar Global
Ilustrasi (foto: rmol/reni erina)
Jum'at, 03 Oktober 2025 10:18 WIB
JAKARTA – Harga minyak mentah dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Jumat (3/10/2025) setelah melemah empat hari berturut-turut. Meski sempat rebound, pelaku pasar energi masih dihantui risiko besar yang bisa menekan harga lebih dalam.

Data Reuters menunjukkan, minyak mentah Brent naik 18 sen atau 0,3 persen ke level 64,29 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 19 sen atau 0,3 persen menjadi 60,67 dolar AS per barel.

Namun, pergerakan tipis ini belum mampu menutupi kerugian mingguan yang cukup tajam. Brent tercatat anjlok 8,3 persen dalam sepekan, sedangkan WTI merosot 7,6 persen. Jika tren ini berlanjut, harga berpotensi mencapai titik terendah sejak Mei lalu.

Analis IG, Tony Sycamore, menyebut pasar masih rapuh menghadapi kemungkinan OPEC+ meningkatkan produksi hingga 500.000 barel per hari.

“Jika penambahan produksi itu benar terjadi, harga bisa kembali jatuh ke 58 dolar AS, bahkan menguji titik terendah tahun ini di 55 dolar AS,” ujarnya.

Laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) semakin menambah kekhawatiran investor. Data menunjukkan stok minyak mentah, bensin, dan sulingan meningkat karena permintaan melemah dan aktivitas penyulingan menurun.

Selain faktor suplai, ketidakpastian politik juga membebani pasar. Risiko penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi serta kembalinya ekspor minyak dari wilayah Kurdi Irak membuat investor lebih berhati-hati.

Dengan banyaknya faktor penekan, investor masih menunggu arah pasti dari OPEC+ dan kondisi ekonomi global. Untuk saat ini, penguatan harga minyak masih dianggap rapuh dan penuh risiko. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kabar Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww