Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Hacker Bjorka Ditangkap, Kisah Anak Muda yang Terjebak Dunia Siber Gelap

Hacker Bjorka Ditangkap, Kisah Anak Muda yang Terjebak Dunia Siber Gelap
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun X atas nama Bjorka berinisial WFT (22) terkait kasus ilegal akses data nasabah salah satu bank swasta. (kompas.com/baharudin al farisi)
Jum'at, 03 Oktober 2025 10:44 WIB
JAKARTA – Penangkapan WFT (22), hacker yang dikenal dengan nama samaran “Bjorka”, bukan hanya soal kriminalitas digital. Kasus ini juga menyingkap fenomena anak muda yang masuk ke dunia peretasan berbahaya, berawal dari rasa ingin tahu hingga akhirnya berujung pada tindakan ilegal.

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap WFT di Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (23/9/2025), setelah ia diduga membobol dan menyebarkan data jutaan nasabah bank swasta. Polisi menyebut, motivasi utamanya adalah pemerasan, meski aksinya keburu terungkap.

“Pelaku ini aktif di dark forum sejak 2020, berganti-ganti identitas digital, dan menjual data pribadi di forum gelap maupun media sosial dengan pembayaran kripto,” jelas Wakil Direktur Reserse Siber, AKBP Fian Yunus.

Yang mengejutkan, sosok yang mampu mengakses data besar itu ternyata bukan lulusan IT. WFT diketahui tidak lulus SMK dan hanya belajar otodidak dari komunitas daring. “Ia beraksi seorang diri, belajar IT secara mandiri dari media sosial,” ungkap AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon.

Fenomena ini menarik perhatian para pengamat psikologi kriminal. Dunia maya sering menjadi ruang pelarian bagi anak muda dengan latar belakang pendidikan terbatas. Rasa penasaran, kebutuhan pengakuan, hingga peluang ekonomi instan dapat mendorong mereka masuk ke forum gelap.

Di kasus WFT, identitas digital seperti “Bjorka” bukan hanya topeng, tapi juga bentuk alter ego yang memberinya rasa kuasa. Identitas itu menumbuhkan keyakinan bahwa ia bisa menantang sistem, meski akhirnya harus berhadapan dengan hukum.

Kasus ini memberi gambaran nyata tentang bagaimana ruang digital bisa membentuk perilaku kriminal baru. Tanpa pendampingan, anak muda yang semestinya bisa mengasah bakat teknologi justru berpotensi terseret ke jalur gelap dunia siber. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Cendekia, Pasar & Niaga
wwwwww