Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
2
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
22 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
3
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
4
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
6 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
5
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
9 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Opini

Sempat Viral, Penyelidikan Kasus Penganiayaan Food Court Sency Masuk Babak Baru

Sempat Viral, Penyelidikan Kasus Penganiayaan Food Court Sency Masuk Babak Baru
Beredar viral di media sosial video aksi seorang wanita ditendang oleh pria yang duduk di belakangnya di dalam area Mal Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.(Instagram/etenmichael_)
Jum'at, 18 September 2026 17:14 WIB

JAKARTA - Pelarian pria berinisial R (44) yang diduga menendang seorang wanita di area kuliner Mal Senayan City (Sency) akhirnya terhenti di tangan pihak berwajib. Pria berbaju hitam yang aksinya terekam jelas oleh kamera pengawas dan beredar luas di dunia maya tersebut ditangkap oleh kepolisian di wilayah Jakarta Utara.

Diamankan di Penjaringan

Penangkapan terhadap terduga pelaku dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (18/9/2026) pukul 03.55 WIB. Lokasi penangkapan berada di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim membenarkan proses penangkapan tersebut dan menyatakan bahwa timnya sedang bekerja merangkai konstruksi hukum dari peristiwa ini. 

"Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian," ucapnya.

Imbauan Menahan Spekulasi

Untuk memperkuat alat bukti, penyidik telah meminta keterangan dari empat orang saksi mata yang mengetahui langsung insiden penendangan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto meminta publik agar tidak berspekulasi dan membiarkan kepolisian bekerja mencari fakta sebenarnya mengenai motif pelaku.

"Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Percayakan penanganan perkara kepada penyidik dan sampaikan kepada kepolisian apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut," tuturnya.

Bantahan Isu Pencopetan

Sebelumnya, video rekaman kejadian yang berlangsung Minggu (13/9/2026) tersebut memicu narasi liar di internet, termasuk dugaan bahwa pelaku sedang melancarkan aksi pencopetan. Hal ini secara tegas dibantah oleh rekan korban melalui akun Threads @trashygoddesss.

"Ini pure (murni) tindakan kekerasan," tegasnya.

Ia memaparkan bahwa korban hanya diam usai ditendang karena mengalami fase kejut yang membuat tubuhnya tidak mampu merespons seketika. Emosi korban baru tersalurkan dalam bentuk tangisan setelah ia menjauh dari lokasi kejadian dan menghubungi rekannya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Opini
wwwwww