Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
1 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
1 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Opini

Panggilan Video Bawa Petaka, HP Almarhumah CPNS Digunakan KKB Teror Keluarga

Panggilan Video Bawa Petaka, HP Almarhumah CPNS Digunakan KKB Teror Keluarga
KKB Video Call Keluarga Korban (Foto: Tangkapan layar Instagram)
Jum'at, 11 September 2026 13:13 WIB

JAKARTA - Sebuah perjalanan dinas yang bertujuan memberdayakan petani lokal berujung pada hilangnya nyawa seorang abdi negara muda. Willy Mboik, perempuan berusia 24 tahun yang bertugas di dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Jayawijaya, gugur akibat serangan tembakan dari kelompok bersenjata saat melintasi Distrik Muliama, Papua Pegunungan.

Rabu (9/9/2026) menjelang sore, jarum jam menunjukkan pukul 15.40 waktu setempat. Iring-iringan mobil pemerintah yang ditumpangi Willy diadang secara paksa oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Padahal, kendaraan tersebut tengah membawa harapan bagi masyarakat berupa bantuan bibit dan anakan babi.

Menurut keterangan pihak keluarga yang menanti kepulangan jenazah di Kupang, Kamis (10/9/2026), insiden nahas ini terjadi ketika korban baru meretas asa sebagai pegawai resmi.

"SK adik itu terbit di 2026. Jadi kurang lebih baru dua bulan CPNS di sana," terang salah satu kerabatnya. Ia juga menjelaskan korban sebenarnya sudah merantau dan mengabdi di lingkungan Kantor Bupati Jayawijaya sejak 2023, sebelum akhirnya lolos formasi CPNS 2024.

Belum usai air mata mengering, keluarga di Kupang dan Rote Ndao harus menghadapi tekanan mental. Para pelaku menggunakan nomor dari telepon genggam almarhumah untuk melakukan panggilan video, mempertontonkan tawa di atas penderitaan keluarga korban.

Paman korban, Johanes Baba membenarkan adanya aksi biadab tersebut saat memberikan keterangan, Jumat (11/9/2026). Ia sangat menyayangkan sikap pelaku yang mengolok-olok kesedihan keluarga.

Dalam rekaman yang kini beredar luas, pihak keluarga sempat merespons panggilan tersebut dengan kepasrahan dan tuntutan keadilan ilahi. "Perbuatanmu, Tuhan akan jawab," tegas seorang anggota keluarga dari balik layar.

Kasus pengadangan dan penembakan fatal ini telah masuk dalam penanganan pihak kepolisian setempat guna mengungkap tabir di balik serangan terhadap para pelayan masyarakat tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww