Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Tak Masuk Akal Capai 200 Juta Orang, Kemenkeu Hitung Ulang Anggaran Rekening Massal Rp11 Triliun

Tak Masuk Akal Capai 200 Juta Orang, Kemenkeu Hitung Ulang Anggaran Rekening Massal Rp11 Triliun
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (10/9/2026). (foto: antara/imamatul silfia)
Kamis, 10 September 2026 21:31 WIB
JAKARTA - Kabar mengejutkan mengenai besarnya anggaran sebesar Rp11 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program pembukaan rekening massal akhirnya mendapatkan pencerahan. Hitungan awal tersebut sebelumnya mengemuka berdasarkan estimasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meredam isu tersebut dengan menyatakan bahwa angka belasan triliun rupiah hanyalah kalkulasi kasar. Ia menyangsikan total dana yang terserap akan membengkak ke level tersebut karena mustahil jumlah penerimanya menyentuh angka 200 juta jiwa, mengingat banyak masyarakat yang saat ini sudah berstatus sebagai nasabah aktif.

"Belum Rp11 triliun, ini anggarannya masih belum dihitung kan. Kan yang sudah punya rekening mungkin juga enggak dibukain," tegasnya saat dijumpai di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Ia menekankan bahwa sasaran utama dari program ini adalah warga yang benar-benar belum memiliki jangkauan terhadap layanan keuangan formal. Purbaya juga menjamin bahwa pemerintah telah menyediakan ruang fiskal melalui dana cadangan yang siap digunakan kapan saja jika kebijakan ini resmi digulirkan.

Integrasi Penduduk Dewasa dan Bank

Skenario utama yang saat ini tengah disusun pemerintah adalah mengintegrasikan sistem pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga yang baru memasuki usia dewasa dengan sistem perbankan. Begitu identitas resmi dicetak, warga tersebut otomatis memperoleh rekening sekaligus saldo awal Rp50.000.

Gagasan yang lahir dari arahan Presiden, Prabowo Subianto ini memercayakan eksekusi lapangannya kepada badan usaha milik negara. Pemerintah telah menunjuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk mengendalikan pembukaan rekening di luar Aceh.

Khusus untuk wilayah Provinsi Aceh, mandat pengelolaan diberikan secara tunggal kepada PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).

"BSI hanya di Aceh, di luar Aceh BRI semua. Jadi saya belum tahu detailnya, nanti kita lihat detailnya seperti apa," pungkasnya menyudahi keterangan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus
wwwwww