Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
2
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
18 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
3
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
18 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
4
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
5 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
5
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
2 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Kemitraan PSSI dengan FIFA Membangun Fondasi Sepakbola yang Kuat dan Berkelanjutan

Kemitraan PSSI dengan FIFA Membangun Fondasi Sepakbola yang Kuat dan Berkelanjutan
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino. (PSSI)
Jum'at, 04 September 2026 17:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kemitraan FIFA dan PSSI telah  memperkuat ekosistem sepakbola Indonesia. Melalui Program FIFA Forward, pembangunan Pusat Latihan Nasional, lapangan FIFA Arena, Football for Schools, dan inisiatif sepakbola putri, fondasi pembinaan diperluas.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir di fifa.com edisi terbaru yang membahas kerjasama FIFA dengan banyak federasi sepakbola dunia, termasuk Indonesia, dalam upaya kian memajukan olahraga paling populer ini. 

Sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 FIFA 2023, turnamen FIFA pertama di Indonesia, kemitraan ini berkembang. Kerja sama mencakup infrastruktur, talenta, tata kelola, pendidikan pelatih, sepak bola putri, serta akses bermain bagi anak-anak dan komunitas.

Tidak heran dalam kurun waktu tiga tahun, tercatat banyak pencapaian. Mulai dari Pusat Latihan Nasional pertama PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN). Fasilitas seluas 34,52 hektare itu mendapat dukungan USD5,4 juta dari FIFA Forward Special Project, selain investasi Pemerintah Indonesia.

Atas upaya  untuk mengembangkan kegiatan akar rumput, serta mendukung talenta muda dan program teknis di traning center tersebut, PSSI menerima FIFA Forward Gold Award atas proyek tersebut dalam FIFA Executive Football Summit di Miami pada Juni 2025.

“Bagi PSSI, kemitraan dengan FIFA adalah tentang membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan bagi masa depan sepak bola Indonesia. Kami berterima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan kehadiran FIFA yang terus mendampingi perkembangan sepak bola Indonesia,” kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Lalu proyek pembangunan dua lapangan mini FIFA Arena dibuka dekat sekolah-sekolah di Jakarta pada Mei 2025 dan telah melayani sekitar 1.450 siswa. Football for Schools diterapkan di seluruh 38 provinsi, termasuk wilayah terpencil, untuk membantu anak-anak mengenal sepak bola dan berkembang.

Pada Juni 2026, FIFA dan PSSI menandatangani Host Country Agreement untuk membentuk hub FIFA di Jakarta yang mencakup 21 asosiasi anggota di Asia Tenggara dan Asia Timur. Kehadiran ini memperkuat peran Indonesia dalam komunitas regional dan mendorong pertukaran pengetahuan.

Kemajuan terlihat dalam sepak bola putri. Dengan dukungan FIFA Women’s Football Development Programmes, PSSI meluncurkan Strategi Sepak Bola Putri pada 2024. PSSI terpilih sebagai satu dari hanya tiga asosiasi anggota FIFA dalam FIFA-GIZ Women Empowerment in Sports Programme. FIFA Coach Education Scholarship membantu meningkatkan jumlah pelatih putri berlisensi.

“Sepak bola Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang signifikan. FIFA merasa terhormat dapat hadir sebagai mitra yang mendukung kerja keras PSSI, pemerintah, klub, pemain, pelatih, dan seluruh komunitas sepak bola Indonesia. Kemajuan ini adalah hasil kerja bersama, dan peran FIFA adalah membantu membuka lebih banyak kesempatan agar potensi sepak bola Indonesia berkembang secara berkelanjutan,” kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.

Perkembangan tim nasional mencerminkan kemajuan itu. Dari peringkat 151 ketika Erick Thohir memimpin PSSI pada 2023, Indonesia naik ke peringkat 118 dalam FIFA/Coca-Cola Men’s World Ranking. 

Kemajuan ini merupakan hasil kolaborasi FIFA, PSSI, pemerintah, klub, pemain, pelatih, sekolah, dan komunitas. Dengan infrastruktur kuat, akses luas, serta perhatian terhadap talenta dan sepak bola putri, Indonesia menegaskan ambisi tumbuh di tingkat regional dan internasional. ***


wwwwww