Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kuliner

Perjanjian Sharm el-Sheikh Terancam, IDF Kembali Gempur Gaza

Perjanjian Sharm el-Sheikh Terancam, IDF Kembali Gempur Gaza
Hamas mendesak mediator dan utusan perdamaian menekan Israel usai serangan militer di wilayah Gaza City yang menewaskan tiga warga sipil dan mencederai kesepakatan. (Foto: Shutterstock)
Rabu, 02 September 2026 12:41 WIB
JALUR GAZA - Operasi militer yang dilancarkan oleh Angkatan Bersenjata Israel (IDF) di Gaza City pada Selasa (1/9/2026) kembali memanaskan situasi di wilayah tersebut. Serangan ini memicu jatuhnya korban jiwa di kalangan sipil dan mencederai kesepakatan penghentian konflik yang sebelumnya telah berjalan.

Menanggapi situasi ini, Hamas mengambil langkah cepat dengan menginisiasi konsultasi bersama para mediator internasional. Komunikasi intensif juga dilakukan dengan Nickolay Mladenov selaku Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza.

Kecaman Operasi Sepihak

Hamas meminta negara penjamin tidak membiarkan pelanggaran kesepakatan terjadi. Mereka mendesak adanya tekanan nyata kepada pemerintah Israel untuk mematuhi poin-poin gencatan senjata.

"Gerakan Hamas mengecam keras operasi militer Zionis di Kota Gaza hari ini yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil Palestina," ujar perwakilan Hamas dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Pihak IDF membenarkan adanya gempuran udara di sejumlah titik di Gaza. Mereka menyatakan tindakan tersebut diperlukan demi mengantisipasi ancaman yang membahayakan pasukan Israel di lapangan.

Target Meleset ke Warga Sipil

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dampak serangan mengenai masyarakat umum, bukan hanya sasaran militer. Laporan terbaru disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya.

"Tiga orang warga sipil dinyatakan gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka," rincinya, yang mana angka ini lebih tinggi dari laporan awal yang menyebutkan satu korban meninggal dunia.

Lambatnya Realisasi Perdamaian

Rentetan serangan udara ini mengancam keberlanjutan kesepakatan KTT Sharm el-Sheikh yang difinalisasi pada 13 Oktober 2025 atas mediasi Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki. Kesepakatan awal pada 9 Oktober 2025 mengatur tentang penghentian tembakan, pertukaran sandera, kelancaran bantuan kemanusiaan, serta penarikan bertahap pasukan Israel.

Penyelesaian konflik terus tertahan karena Israel dan Hamas belum menyepakati urutan pelaksanaannya. Israel berpegang pada tuntutan agar Hamas dilucuti sebelum penarikan pasukan dilanjutkan. Sebaliknya, Hamas menuntut penghentian seluruh operasi militer Israel dan jaminan akses bantuan terlebih dahulu tanpa syarat pelucutan senjata. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww