Perjanjian Sharm el-Sheikh Terancam, IDF Kembali Gempur Gaza
![]() |
| Hamas mendesak mediator dan utusan perdamaian menekan Israel usai serangan militer di wilayah Gaza City yang menewaskan tiga warga sipil dan mencederai kesepakatan. (Foto: Shutterstock) |
Menanggapi situasi ini, Hamas mengambil langkah cepat dengan menginisiasi konsultasi bersama para mediator internasional. Komunikasi intensif juga dilakukan dengan Nickolay Mladenov selaku Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza.
Kecaman Operasi Sepihak
Hamas meminta negara penjamin tidak membiarkan pelanggaran kesepakatan terjadi. Mereka mendesak adanya tekanan nyata kepada pemerintah Israel untuk mematuhi poin-poin gencatan senjata.
"Gerakan Hamas mengecam keras operasi militer Zionis di Kota Gaza hari ini yang mengakibatkan jatuhnya korban di kalangan warga sipil Palestina," ujar perwakilan Hamas dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Pihak IDF membenarkan adanya gempuran udara di sejumlah titik di Gaza. Mereka menyatakan tindakan tersebut diperlukan demi mengantisipasi ancaman yang membahayakan pasukan Israel di lapangan.
Target Meleset ke Warga Sipil
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa dampak serangan mengenai masyarakat umum, bukan hanya sasaran militer. Laporan terbaru disampaikan oleh Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya.
"Tiga orang warga sipil dinyatakan gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka," rincinya, yang mana angka ini lebih tinggi dari laporan awal yang menyebutkan satu korban meninggal dunia.
Lambatnya Realisasi Perdamaian
Rentetan serangan udara ini mengancam keberlanjutan kesepakatan KTT Sharm el-Sheikh yang difinalisasi pada 13 Oktober 2025 atas mediasi Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki. Kesepakatan awal pada 9 Oktober 2025 mengatur tentang penghentian tembakan, pertukaran sandera, kelancaran bantuan kemanusiaan, serta penarikan bertahap pasukan Israel.
Penyelesaian konflik terus tertahan karena Israel dan Hamas belum menyepakati urutan pelaksanaannya. Israel berpegang pada tuntutan agar Hamas dilucuti sebelum penarikan pasukan dilanjutkan. Sebaliknya, Hamas menuntut penghentian seluruh operasi militer Israel dan jaminan akses bantuan terlebih dahulu tanpa syarat pelucutan senjata. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kuliner |











