Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Piala Soeratin Papua 2026, Kembalikan Tradisi Penghasil Talenta Berbakat Indonesia

Piala Soeratin Papua 2026, Kembalikan Tradisi Penghasil Talenta Berbakat Indonesia
Legenda Sepakbola Indonesia, Rully Nere, (PSSI)
Senin, 31 Agustus 2026 19:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAYAPURA – Kembalinya Piala Soeratin tingkat Provinsi Papua dengan mempertandingkan tiga kelompok usia sekaligus, U-13, U-15, dan U-17, mendapat apresiasi dari legenda sepak bola Papua dan mantan pemain Timnas Indonesia, Rully Nere.

Bagi Rully, penyelenggaraan Piala Soeratin Papua 2026 bukan sekadar kompetisi usia dini. Turnamen tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk kembali membangun ekosistem pembinaan sepakbola di Tanah Papua yang dalam beberapa tahun terakhir membutuhkan lebih banyak kompetisi berjenjang.

“Sangat bagus karena sudah cukup lama kita tidak melihat kompetisi seperti ini berjalan secara rutin dan berjenjang. Dengan adanya Piala Soeratin U-13, U-15 dan U-17, anak-anak Papua kembali punya tempat untuk bermain, berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka,” kata Rully Nere saat dihubungi, Senin (31/8/2026)

Mantan pemain Persipura dan Timnas Indonesia itu mengaku prihatin melihat semakin minimnya pemain asli Papua yang menembus level Timnas Indonesia. Karena itu, ia menilai kompetisi usia muda harus menjadi salah satu fondasi untuk mengembalikan tradisi Papua sebagai salah satu daerah penghasil pesepak bola berbakat Indonesia.

“Saya sebagai pemain asli Papua, pernah bermain di Persipura dan Timnas, tentu sedih melihat kenyataan bahwa pemain-pemain Papua tidak sebanyak dulu di Timnas. Karena itu, dengan kembali digelarnya Piala Soeratin seperti ini, saya sangat menghargainya,” ujarnya.

Menurut Rully, Papua memiliki sejarah panjang dalam Piala Soeratin. Persiss Sorong tercatat sebagai juara nasional Piala Soeratin 1987, setelah mengalahkan Persipas Pangkalpinang 1-0. Kini, 39 tahun setelah keberhasilan Persiss Sorong tersebut, Rully berharap kompetisi yang kembali dibangun di Papua dapat menjadi awal lahirnya generasi baru yang mampu mengulang bahkan melampaui pencapaian tersebut.

Piala Soeratin Papua 2026 resmi dibuka di Stadion Barnabas Youwe, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (27/8/2026) lalu, dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 September 2026. Tahun ini terdapat 15 tim dari berbagai SSB dan akademi yang ambil bagian. U-13 diikuti enam tim, U-15 tujuh tim, sedangkan U-17 dua tim.

Rully juga memberikan apresiasi kepada anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang saat ini menjabat Plt Ketua Asprov PSSI Papua, karena memperluas penyelenggaraan dari sebelumnya hanya U-13 menjadi tiga kelompok usia.

“Apresiasi kepada Pak Arya. Meski statusnya Plt Ketua Asprov, dia memikirkan bagaimana membangkitkan sepak bola Papua. Ini bukan hanya soal menggelar turnamen, tetapi bagaimana anak-anak punya masa depan melalui sepak bola,” kata pria yang menjadi Advisor di Papua Football Academy.

Menurutnya, langkah tersebut harus didukung Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri dan seluruh pemangku kepentingan agar kompetisi tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan.

Ia juga mengapresiasi rencana PSSI Papua meningkatkan kualitas pelatih, wasit dan match commissioner melalui sertifikasi dalam tiga bulan ke depan. Selain itu, kemudahan afiliasi SSB dengan skema pembayaran bertahap selama satu tahun dinilai dapat membantu memperluas ekosistem pembinaan.

“Kompetisi ini bagus untuk ekosistem sepakbola Papua. Pelatih berkembang, wasit berkembang, SSB juga berkembang. Kalau semua berjalan bersama, saya yakin akan muncul lagi pemain-pemain Papua yang bisa bermain di level nasional bahkan Timnas,” pungkasnya. ***

wwwwww