Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kampus

'Indonesia Masih Bisa', Presiden Prabowo Tolak Tawaran Utang IMF

Indonesia Masih Bisa, Presiden Prabowo Tolak Tawaran Utang IMF
Presiden Prabowo.
Senin, 31 Agustus 2026 15:55 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membatasi pinjaman luar negeri dan melakukan penghematan anggaran negara. Penegasan ini disampaikannya pada penutupan Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Prabowo menyatakan bahwa pemerintahannya saat ini sedang berupaya keras untuk tidak banyak bergantung pada utang dari berbagai pihak. Ia mendorong agar pendapatan negara lebih difokuskan pada peningkatan capaian investasi dibandingkan harus mengajukan pinjaman keuangan.

"Dan kita sekarang berusaha tidak mau terlalu banyak pinjam-pinjam uang dari mana-mana," tegasnya.

Jika memang negara dalam kondisi yang mengharuskan untuk meminjam dana, ia mengingatkan agar instrumen tersebut memiliki beban bunga yang sangat kecil. Pihaknya membuka pintu lebar bagi masuknya investasi sebagai motor penggerak ekonomi utama.

"Ajak investasi boleh, Saudara-saudara. Kalau kita pinjam uang, kita mau pinjam uang yang bunganya sekecil mungkin," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menceritakan momen ketika Menteri Keuangan mendapat tawaran utang dari International Monetary Fund (IMF) di Washington, DC, beberapa bulan lalu. Ia mengaku terkejut dengan tawaran tersebut, namun langsung mengambil langkah untuk menolaknya karena yakin dengan kemampuan finansial negara.

"Saya kira kemarin berapa bulan yang lalu kaget Menteri Keuangan kita di Washington, DC, ditawarin pinjaman dari IMF, kita tolak. Terima kasih, Indonesia masih bisa tanpa pinjaman dari IMF," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus, Pasar & Niaga
wwwwww