Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
24 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Opini

Faskes Rusak Berat, Kemenkes Pindahkan Layanan Medis Gempa NTT

Faskes Rusak Berat, Kemenkes Pindahkan Layanan Medis Gempa NTT
Kemensos dan Relawan membantu pemulihan korban gempa NTT (Foto: Kemensos)
Senin, 31 Agustus 2026 12:01 WIB

JAKARTA - Sebanyak 392 tenaga kesehatan resmi ditugaskan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menangani korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemenkes juga berinisiatif membangun dua rumah sakit lapangan jenis tenda udara (inflatable) menyusul laporan keretakan pada bangunan fasilitas kesehatan setempat. Langkah ini krusial untuk memberikan perawatan intensif bagi korban luka berat yang berisiko terdampak gempa susulan.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin membeberkan bahwa titik operasional rumah sakit lapangan dipusatkan di Aeramo, Kabupaten Nagekeo dan RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai.

"Ketika bangunan faskes rusak atau retak, pelayanan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar keselamatan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjamin," urainya dalam pernyataan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Skala dampak bencana tercatat sangat masif dengan 1,91 juta jiwa penduduk terdampak di tujuh kabupaten, yakni Ende, Ngada, Sikka, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, serta Manggarai Barat. Hingga pendataan hari Rabu (26/8/2026), angka kematian mencapai 105 jiwa. Jumlah korban luka berat yang dirawat mencapai 385 orang, sementara 1.287 lainnya luka ringan. Saat ini, lebih dari 185 ribu warga mendiami 444 titik pengungsian darurat.

Demi menopang kinerja 70 rumah sakit dan 444 puskesmas daerah, Kemenkes menyalurkan bantuan sumber daya manusia berupa 207 relawan medis. Dalam waktu dekat, 78 relawan tambahan akan dikerahkan untuk masa tugas 14 hari. Pusat komando Health Emergency Operation Center (HEOC) berperan mendistribusikan tenaga spesialis ini, yang meliputi dokter ortopedi, bedah, ahli gizi, dan spesialis sanitasi lingkungan.

Tim kesehatan tidak hanya berfokus pada evakuasi medis, tetapi juga mitigasi penyakit menular. Tercatat ada 9.668 keluhan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di posko pengungsian, disusul 35 kasus gigitan hewan pembawa rabies di wilayah Nagekeo yang telah difasilitasi dengan vaksinasi tuntas. Menjaga stabilitas pasokan logistik dan alkes tetap menjadi prioritas utama pemerintah, sembari terus mengimbau warga agar peduli pada kebersihan area pengungsi dan memanfaatkan layanan posko kesehatan terdekat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini
wwwwww