Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Parlemen

Tata Niaga Komoditas Diperketat, PT DSI Kawal Transaksi Ekspor

Tata Niaga Komoditas Diperketat, PT DSI Kawal Transaksi Ekspor
Presiden RI Prabowo Subianto.
Jum'at, 28 Agustus 2026 16:59 WIB

JAKARTA - Pengawasan terhadap pergerakan ekspor batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan besi baja fero kini terpusat di bawah kendali PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Pembentukan entitas ini dirancang pemerintah untuk mencegah kebocoran devisa akibat ketidaksesuaian laporan ekspor.

Kebijakan tersebut dipaparkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). 

Kendali Data Ekspor 

Prabowo menjelaskan, PT DSI berfungsi sebagai pintu pemrosesan tunggal yang akan mengaudit aktivitas bongkar muat secara langsung.

"Ini sebagai pintu tunggal processing ekspor komoditas milik Indonesia. Saya ulangi processing-nya, bukan bahwa satu PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor, tidak. Tapi sekarang kita bisa monitor berapa yang muat di atas kapal, berapa ton, berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke tujuan ekspor," jelasnya.

Kinerja Dua Bulan Pertama

Sistem pengawasan terpadu ini telah mengawal lebih dari 6.000 transaksi lintas negara sejak pertama kali diluncurkan. Capaian ini berdampak langsung pada optimalisasi penerimaan negara dari sektor perdagangan internasional.

"Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, hanya dengan tiga komoditas batu bara, kelapa sawit, dan besi baja fero dalam waktu 2 bulan 13 hari PT DSI sekarang sudah kelola DHE senilai US$14 miliar," sambungnya.

Target Ekspansi Pengawasan

Untuk memaksimalkan pengamanan komoditas ekspor lainnya, jangkauan operasi PT DSI akan diperlebar secara bertahap. Rencananya, lembaga ini akan bersiaga di 50 pelabuhan utama yang tersebar di 25 provinsi.

Langkah ini, menurut Prabowo, merupakan wujud perlindungan negara terhadap sumber daya alam agar tidak dimanfaatkan secara curang oleh pihak asing maupun oknum eksportir. 

"Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang apalagi di luar negeri, dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah. Ini bukan saja tidak adil, ini sesungguhnya bukan sikap negara yang pandai," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww