'Uang Dibawa Lari', Sorotan Prabowo Saat Buka Muktamar NU ke-35
![]() |
| Presiden, Prabowo Subianto. |
JAKARTA - Pemberantasan tindak pidana korupsi menjadi bahasan utama Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut berlangsung di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Menurut Prabowo, kejahatan finansial tersebut menjadi penyebab utama hilangnya kekayaan negara yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.
"Kita harus berani memberantas korupsi karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kita hilang, dibawa lari ke luar negeri," ungkap Prabowo.
Alokasi Dana untuk Rakyat Miskin
Ia memperkirakan negara bisa menyelamatkan triliunan rupiah jika penanganan rasuah berjalan maksimal. Sejauh ini, pemerintah telah melakukan serangkaian efisiensi dari celah anggaran yang berhasil diamankan.
"Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat," urainya. Uang hasil penertiban anggaran tersebut langsung disalurkan ke dalam berbagai program bantuan bagi masyarakat miskin.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi presiden menjelaskan alasan di balik kehadiran kepala negara di Jombang.
"Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara," tuturnya.
Demonstrasi di Senayan
Pernyataan presiden mengenai pemberantasan korupsi bergulir sejalan dengan dinamika yang terjadi di ibu kota. Pada hari yang sama, kelompok masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.
Para pengunjuk rasa yang datang dari berbagai daerah mendesak parlemen untuk segera mengetok palu RUU Perampasan Aset. Selain instrumen penyitaan harta, mereka juga menuntut penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.***











