Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

'Uang Dibawa Lari', Sorotan Prabowo Saat Buka Muktamar NU ke-35

Uang Dibawa Lari, Sorotan Prabowo Saat Buka Muktamar NU ke-35
Presiden, Prabowo Subianto.
Kamis, 27 Agustus 2026 21:40 WIB

JAKARTA - Pemberantasan tindak pidana korupsi menjadi bahasan utama Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Acara tersebut berlangsung di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Menurut Prabowo, kejahatan finansial tersebut menjadi penyebab utama hilangnya kekayaan negara yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik.

"Kita harus berani memberantas korupsi karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kita hilang, dibawa lari ke luar negeri," ungkap Prabowo.

Alokasi Dana untuk Rakyat Miskin

Ia memperkirakan negara bisa menyelamatkan triliunan rupiah jika penanganan rasuah berjalan maksimal. Sejauh ini, pemerintah telah melakukan serangkaian efisiensi dari celah anggaran yang berhasil diamankan.

"Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat," urainya. Uang hasil penertiban anggaran tersebut langsung disalurkan ke dalam berbagai program bantuan bagi masyarakat miskin.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut mendampingi presiden menjelaskan alasan di balik kehadiran kepala negara di Jombang.

"Presiden menaruh penghormatan yang besar terhadap kontribusi para ulama, kiai, santri, dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan negara," tuturnya.

Demonstrasi di Senayan

Pernyataan presiden mengenai pemberantasan korupsi bergulir sejalan dengan dinamika yang terjadi di ibu kota. Pada hari yang sama, kelompok masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Para pengunjuk rasa yang datang dari berbagai daerah mendesak parlemen untuk segera mengetok palu RUU Perampasan Aset. Selain instrumen penyitaan harta, mereka juga menuntut penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus, Opini
wwwwww