Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Tiba di Lokasi Gempa NTT, Presiden Langsung Kumpulkan Menteri di Tenda Darurat

Tiba di Lokasi Gempa NTT, Presiden Langsung Kumpulkan Menteri di Tenda Darurat
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan gempa NTT yang berlangsung di Nagekeo, Rabu (26/8/2026). (foto: biro setpres)
Rabu, 26 Agustus 2026 14:25 WIB

JAKARTA - Tahap pemulihan pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat pemantauan langsung dari pemerintah pusat. Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga dalam rapat koordinasi di Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Setibanya di lokasi, Presiden mengungkapkan alasannya tidak segera turun ke lapangan saat gempa pertama kali melanda. Keputusan menunda kunjungan merupakan strategi untuk menjaga fokus instansi yang bertugas di lokasi bencana.

"Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang, karena saya mau beri kesempatan semua instansi melayani rakyat langsung. Kadang-kadang kalau pejabat pusat datang, terpecah konsentrasi," papar Prabowo saat membuka rapat.

Pantau Bantuan dari Jauh

Presiden memastikan bahwa ketidakhadirannya secara fisik di awal masa bencana tidak menghentikan arus bantuan logistik. Ia menggarisbawahi pentingnya efektivitas tindakan nyata dibandingkan kunjungan yang hanya bersifat pengawasan.

"Kalau kita datang, abis itu hanya lihat, tapi ndak bisa mengatasi, ndak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif," lanjutnya.

Perjalanan Menuju Posko Utama

Rombongan Presiden bertolak menuju NTT dari Bali menumpangi helikopter kepresidenan Super Puma. Setelah mendarat, perjalanan menuju titik posko pengungsian ditempuh menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda.

Lokasi posko dan rapat darurat tersebut berada di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Desa Tonggurambang, Mbay. Sebuah tenda difungsikan sebagai ruang rapat koordinasi bersama jajaran pemerintahan.

Sejumlah pimpinan yang turut serta dalam koordinasi ini mencakup Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Dari unsur keamanan dan penanggulangan bencana hadir Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus juga terpantau mengikuti arahan Presiden. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww