Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kuliner

Peringatan Keras Washington untuk Mitra Teheran, Lin Jian: 'lKami Lindungi Kepentingan China

Peringatan Keras Washington untuk Mitra Teheran, Lin Jian: lKami Lindungi Kepentingan China
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. (foto: antara/desca lidya natalia)
Rabu, 26 Agustus 2026 09:15 WIB
JAKARTA - Kebijakan tekanan maksimum Amerika Serikat terhadap negara-negara sekutu Iran mendapat perlawanan terbuka dari China. Perang retorika pecah antara pejabat tinggi Washington dan Beijing menyikapi manuver sanksi sepihak yang dinilai mengabaikan otoritas Dewan Keamanan PBB.

Konflik diplomatik ini memuncak setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump meluncurkan kampanye Operation Economic Outcast pada Kamis (20/8/2026). Operasi ini dirancang khusus untuk mengurung perekonomian Iran sebagai taktik mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung selama enam bulan terakhir.

Ultimatum AS dan Rincian Target Operasi

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengambil langkah agresif dengan menetapkan tenggat waktu bagi seluruh entitas asing untuk angkat kaki dari pasar Iran. Untuk mempersempit ruang gerak Teheran, Washington membidik lima sektor krusial, meliputi:

  • Jaringan teknologi informasi
  • Pertukaran aset digital
  • Cadangan emas
  • Industri penerbangan
  • Jalur logistik pelayaran

"Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu," ancam Bessent di Washington DC, Senin (24/8/2026). Ia juga mengumumkan penjatuhan sanksi kepada sekitar 60 kapal, perusahaan, dan individu yang dituding memperlancar proyek rudal serta siber Iran.

Tanggapan Keras dari Beijing

Ancaman pemboikotan tersebut memantik reaksi keras dari China, yang selama ini menjadi rekan dagang andalan Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada Selasa (25/8/2026) menegaskan negaranya tidak akan mundur dari komitmen bisnis yang sudah terjalin.

"China telah berulang kali menyatakan penentangannya yang tegas terhadap sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional," tandasnya.

Ia mendesak Amerika Serikat membuang cara-cara pemaksaan ekonomi dan beralih menghidupkan kembali meja perundingan dengan Iran. Ketegangan terkait blokade ekonomi lintas benua ini terus menyedot perhatian dunia, terutama karena terjadi hanya sebulan sebelum Presiden China Xi Jinping dijadwalkan terbang ke Gedung Putih. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww