Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
9 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Copot Kepala SPPG, BGN Investigasi Insiden Keracunan Makan Bergizi

Copot Kepala SPPG, BGN Investigasi Insiden Keracunan Makan Bergizi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah).
Kamis, 20 Agustus 2026 12:55 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan instansinya tengah menyiapkan penanganan lanjutan bagi anak-anak dan keluarga yang mengalami trauma akibat insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Langkah pemulihan ini disiapkan berbarengan dengan fokus utama pengobatan medis para korban.

Saat memberikan keterangan pada Kamis (20/8/2026), Sudaryono menuturkan bahwa instansinya menyadari dampak psikologis dari kejadian tersebut. Penanganan lanjutan pasca-pemulihan fisik akan dikoordinasikan langsung bersama pemerintah daerah setempat serta Kementerian Kesehatan.

“Saya tahu, saya paham yang trauma bukan hanya siswa-siswinya tapi juga ada keluarga juga ada traumatis, dan saya memahami itu. Dan kita akan terus perbaiki, kejadian ini tidak boleh terulang kembali,” terangnya.

Meski demikian, prioritas saat ini tetap tertuju pada kondisi kesehatan para siswa yang terdampak. Pemerintah berupaya memastikan seluruh korban menerima layanan kesehatan yang memadai.

"Sementara ini kami fokus pada pada pengobatan, ya. Kami pastikan bagaimana anak-anak kita ini kemudian mendapatkan pengobatan yang prima, kemudian bisa sehat kembali," paparnya.

Terkait pemicu insiden keracunan, BGN telah melangsungkan tahapan investigasi awal di lapangan. Dari temuan sementara, teridentifikasi adanya kelalaian prosedur dalam pengolahan dan penyimpanan bahan baku, khususnya ikan, yang tidak dimasukkan ke dalam mesin pendingin.

Menindaklanjuti temuan tersebut, instansi ini mengambil tindakan tegas dengan menutup fasilitas dapur terkait dan mencopot penanggung jawab operasional di wilayah tersebut.

"Harusnya disimpan di dalam freezer tapi dia tidak disimpan. Nah kemudian dapurnya kami investigasi, kami tutup untuk diinvestigasi. Kemudian Kepala SPPG-nya kami copot. Karena ini kelihatan fatal, kami mempertimbangkan untuk kami lakukan pemecatan secara status P3K-nya," tegasnya.

Untuk mengusut tuntas indikasi kelalaian ini, BGN juga telah menggandeng pihak kepolisian resor setempat dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Opini, Warga Bertuah
wwwwww