Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Atasi Konflik Lahan Parkir, Pengelola Wajib Pasang Indikator Kosong

Atasi Konflik Lahan Parkir, Pengelola Wajib Pasang Indikator Kosong
Ilustrasi tempat parkir.
Rabu, 19 Agustus 2026 14:55 WIB

JAKARTA - Praktik menjaga lahan parkir kosong atau nge-tag yang berujung pada keributan antar pengunjung menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengelolaan fasilitas publik. Keterbatasan informasi sirkulasi kendaraan dituding menjadi penyebab utama pengendara merasa perlu mengamankan tempat secara manual.

Dewan Penasihat MTI, Djoko Setijowarno menyoroti pentingnya peran pengelola gedung dalam meminimalkan gesekan antar pengguna fasilitas. Menurutnya, manajemen wajib menyediakan indikator ketersediaan ruang secara langsung (real-time) tepat saat kendaraan memasuki portal awal.

"Yang penting ada informasi lah kosongnya lantai berapa, lantai ini kosong atau tidak. Info-info itu diberikan ketika dia masuk lantai parkiran," jelasnya, Rabu (19/8/2026).

Transparansi Informasi Ruang

Penyampaian informasi yang transparan akan memecah penumpukan kendaraan di satu titik dan mencegah rasa panik pengendara yang berujung pada tindakan menyuruh penumpang turun mengamankan lokasi.

"Diinformasikan lantai-lantai berapa yang kosong, makanya dia kan bisa parkir," tambah Djoko. Kejelasan kapasitas ini membuat sistem rotasi berjalan secara natural tanpa mengorbankan kenyamanan pengunjung lainnya.

Pendekatan Manajemen Permintaan

Sementara itu, Ketua DTKJ, Sugihardjo melihat maraknya fenomena saling klaim lahan ini sebagai sinyal masalah struktural antara kapasitas ketersediaan (supply) dan pengelolaan tata ruang. Apabila area sering kali penuh dan memicu konflik, maka diperlukan pendekatan baru dari sekadar menambah luas area.

"Oleh karena itu, konsep kebijakan parkir ke depan tidak lagi sekadar aspek penyediaan ruang parkir, tetapi merupakan bagian dari manajemen permintaan transportasi atau Transport Demand Management," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww