'Tidak Lagi Mengimpor', Pidato Kenegaraan Prabowo Soroti B50
![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto. |
JAKARTA - Masa kepemimpinan 21 bulan Presiden RI Prabowo Subianto ditandai dengan pencapaian target swasembada energi nasional. Upaya pelepasan dari ketergantungan bahan bakar luar negeri kini terealisasi melalui pemanfaatan kelapa sawit secara masif.
Capaian ini diutarakan langsung dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026). Bertempat di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta Pusat, pemaparan tersebut menyoroti kemajuan produksi energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.
Realisasi Janji Politik
Peralihan dari solar impor ke biodiesel produksi dalam negeri merupakan salah satu agenda prioritas yang kini berjalan riil. Pemerintah memanfaatkan melimpahnya komoditas sawit nusantara untuk diolah menjadi B50.
"Janji swasembada energi sekarang sudah mulai kita wujudkan, dengan pertama kali swasembada BBM jenis solar kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit," jelasnya.
Penghentian Ketergantungan Asing
Dampak turunan dari kesiapan produksi B50 adalah penghentian total suplai solar dari luar negeri per pertengahan tahun.
"Sehingga mulai tahun ini 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri," sambungnya.
Langkah ini tidak hanya mengubah struktur konsumsi energi domestik, tetapi juga menyelamatkan devisa dalam jumlah besar. Uang yang sebelumnya dipakai untuk membeli minyak dari negara lain kini tersimpan aman di kas negara.
"Kita berhasil menghemat devisa Rp170 triliun sekitar USD9,5 miliar tidak lagi harus kirim ke luar negeri," pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Balai Kota |











