Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Marcos Santos Belajar Nilai Kehidupan di Arema FC

Marcos Santos Belajar Nilai Kehidupan di Arema FC
Pelatih Arema FC, Marcos Santos. (Ileague.id)
Selasa, 02 Juni 2026 20:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MALANG - Musim panjang dan penuh gejolak akhirnya berhasil dilalui Arema FC di Super League 2025/2026. Tim menuntaskan musim di posisi ke-9 klasemen akhir dengan perolehan 48 poin.

Di tengah badai cedera, performa naik turun, hingga kehilangan sosok penting dalam tim, tim tetap mampu menutup kompetisi di papan tengah dengan semangat yang perlahan kembali tumbuh.

Di balik perjalanan itu, sosok pelatih asal Brasil, Marcos Santos, menjadi figur yang banyak mendapat sorotan. Bukan hanya karena taktik di lapangan, tetapi juga loyalitas dan keteguhannya bertahan di tengah situasi yang tidak mudah.

“Untuk saya sebuah kebanggaan musim ini mulai dan selesai di Arema FC,” ucap pelatih asal Brasil itu.

Dia mengaku banyak belajar selama bekerja di Indonesia. Menurutnya, pengalaman bersama Arema FC bukan sekadar soal sepak bola, tetapi juga tentang nilai kehidupan.

“Kita yang datang dari luar negeri banyak belajar dari kalian di Indonesia; rendah hati, kesederhanaan,” imbuhnya.

Selain itu di balik kebangkitan tim melalui kompetisi yang sengit, dia mengaku sempat memiliki peluang meninggalkan Arema FC di tengah musim. Namun dia memilih bertahan demi menyelesaikan perjuangan bersama tim hingga akhir musim.

“Ini kerja keras, kerja sulit, kita mengembalikan jiwa Arema. Berat sekali tapi pemain kerja keras,” kata Marcos Santos.

Kini, setelah kompetisi berakhir, ia memilih kembali ke Brasil sambil menunggu keputusan manajemen terkait masa depannya di Malang.

Dia tidak menutupi harapannya untuk melanjutkan pekerjaannya bersama tim berjuluk Singo Edan ini. Sebab dia menilai Arema FC memiliki ikatan emosional yang berbeda dibanding klub lain.

“Amin, semoga saja begitu. Saya mau berterima kasih kepada Bos Iwan, seluruh manajemen, Inal, Oye, Claudio yang kerja luar biasa,” ujar pelatih berusia 47 tahun itu.

“Arema bukan sekadar tim, Arema adalah keluarga yang melibatkan kota Malang. Di Brasil, Arema itu seperti Corinthians atau Palmeiras yang harus selalu bertarung di atas,” pungkasnya. ***

wwwwww