Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Ancaman Kekacauan Logistik Picu Desakan Penundaan Operasi Militer AS

Ancaman Kekacauan Logistik Picu Desakan Penundaan Operasi Militer AS
Jemaah calon haji dari berbagai negara bersiap menjalankan salat Maghrib di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Rabu (13/5/2026) waktu setempat. (Foto: Antara)
Selasa, 26 Mei 2026 06:19 WIB

JAKARTA – Ancaman meletusnya kembali konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran serius dari negara-negara Teluk. Arab Saudi, Qatar, serta Uni Emirat Arab kompak meminta pemerintahan Donald Trump menghentikan segala bentuk aksi militer selama jutaan jemaah menjalankan ibadah haji.

Langkah diplomatik ini diambil untuk mencegah risiko kekacauan keamanan jika Teheran melakukan serangan balasan ke fasilitas strategis di sekitarnya. Rute penerbangan udara di kawasan Timur Tengah merupakan jalur vital bagi pergerakan jemaah asal Asia Selatan maupun Asia Timur.

"Konflik yang diperbarui kemungkinan akan mengganggu pusat-pusat penerbangan regional utama, termasuk di Qatar dan UEA," urai pakar analisis kawasan.

Berdasarkan publikasi CNN yang dikutip The New Arab, Senin (25/5/2026), Arab Saudi sedang bersiap menjadi tuan rumah bagi sedikitnya 1,5 juta umat Islam sedunia. Rangkaian ibadah tersebut diperkirakan bermula 24 Mei dan memakan waktu enam hari.

"Para pemimpin Teluk menunjukkan front persatuan dalam mendesak pemerintahan Trump untuk menahan diri, dengan musim haji menjadi bagian utama dari kekhawatiran tersebut," papar sumber diplomatik Teluk.

Para pejabat di Timur Tengah menegaskan opsi militer justru membawa risiko pelebaran krisis regional. Tindakan ofensif menjelang perayaan Idul Adha dinilai hanya akan mengulang respons negatif dari dunia Islam, serupa dengan dampak operasi gabungan AS dan Israel saat bulan Ramadan lalu.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kuliner
wwwwww