Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Opini

Modus Liburan Terbongkar, Imigrasi Kualanamu Tahan 13 Calon Haji Ilegal

Modus Liburan Terbongkar, Imigrasi Kualanamu Tahan 13 Calon Haji Ilegal
Petugas Imigrasi Bandara Kualanamu menggagalkan 13 WNI yang hendak berangkat haji ilegal dengan modus liburan ke Malaysia. Koordinator rombongan diamankan. (Foto: Antara)
Jum'at, 22 Mei 2026 08:02 WIB
MEDAN – Petugas Imigrasi Bandara Internasional Kualanamu menindak tegas 13 Warga Negara Indonesia yang terindikasi akan melakukan ibadah haji secara ilegal, Kamis (21/5/2026). Rombongan tersebut menggunakan modus operandi berpura-pura liburan ke Malaysia.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan menyebutkan kelompok itu berisi delapan laki-laki dan lima perempuan. Tiket penerbangan mereka tercatat menggunakan maskapai Malaysia Airlines (MH0861) menuju Kuala Lumpur.

"Awalnya mereka mengaku hendak berwisata ke Malaysia. Namun, setelah pendalaman di ruang pemeriksaan lanjutan, mereka mengakui tujuan akhirnya adalah Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji tanpa prosedur resmi," tuturnya.

Indikator subjek yang dicurigai memunculkan peringatan pada sistem keimigrasian saat mereka berada di konter pemeriksaan. Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian menjelaskan satu nama, Santo Aseano teridentifikasi sebagai pengatur perjalanan kelompok yang kerap berpindah bandara ini.

"Berdasarkan rekam jejak data perlintasan, rombongan ini diketahui telah dua kali mencoba berangkat melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta 10 Mei 2026 dan melalui Batam, namun berhasil digagalkan oleh petugas imigrasi setempat," rincinya.

Pihak imigrasi langsung menggandeng Kepolisian Daerah Sumut untuk proses penegakan hukum lebih lanjut terhadap koordinator perjalanan. Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko menyatakan pencegahan ini adalah wujud kehadiran negara untuk mencegah eksploitasi, Jumat (22/5/2026).

"Pencegahan keberangkatan ini adalah langkah preventif demi keselamatan para jemaah. Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat' berarti kami hadir untuk melindungi segenap warga negara dari potensi eksploitasi, penipuan, dan kerentanan hukum di negara orang," tambahnya.

Kecanggihan sistem pengawasan mempermudah langkah pencegahan pelanggaran keimigrasian. Total terdapat 157 orang yang gagal berangkat haji secara nonprosedural berkat penindakan jajaran Ditjen Imigrasi tahun ini. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Opini
wwwwww