Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
7 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Cerita WNI Bertahan dari Kekerasan Fisik Selama Ditahan Pasukan Israel

Cerita WNI Bertahan dari Kekerasan Fisik Selama Ditahan Pasukan Israel
Salah satu WNI yang sempat diculik tentara Israel, Rahendro Herubowo. (Foto: @chikifawzi/Threads)
Jum'at, 22 Mei 2026 10:30 WIB

JAKARTA - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ikut serta dalam pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tengah menjalani pemeriksaan medis di Istanbul, Turki. Para relawan ini baru saja dibebaskan setelah sempat diculik dan menerima tindakan kekerasan dari militer Israel.

Fokus utama saat ini adalah memastikan pemulihan fisik para aktivis. WNI bernama Rahendro Herubowo mengonfirmasi bahwa ia langsung menjalani tes darah usai keluar dari tahanan. Tubuhnya menerima pukulan, tendangan di bagian tulang rusuk, hingga sengatan listrik dari pasukan Zionis.

"Saya mengalami beberapa kekerasan, ditendang sampai mungkin tiga, empat kali di bagian depan, di belakang juga saya diinjak dan terakhir disetrum. Iya kena setrum," ujar Rahendro dalam video di platform Threads, Jumat (22/5/2026).

Dampak dari penganiayaan tersebut masih dirasakan Rahendro. Bagian pinggangnya kerap terasa tertarik saat ia batuk atau mengangkat tangan, sehingga observasi medis lebih lanjut sangat dibutuhkan.

"Tadi habis ngambil darah terus kita mau konsultasi. Mudah-mudahan sih enggak ada apa-apa ya kita periksa di sini," paparnya.

Kondisi serupa dialami oleh Andre Prasetyo Nugroho. Kakinya disetrum dan tubuhnya dipaksa bersujud dengan tangan terikat erat yang membuat ketahanan fisiknya terkuras habis.

"Setrum di sini karena gua bagian terakhir. Kepala kita itu tuh harus kayak gini nih. Udah enggak kuat, gua udah enggak kuat," ucap Andre mendeskripsikan siksaan tersebut.

Menyikapi insiden yang melanggar nilai kemanusiaan ini, Menteri Luar Negeri, Sugiono menegaskan penolakan mutlak dari negara terhadap segala bentuk penyiksaan warganya. Sugiono memastikan kesembilan relawan yang tiba di Turki sejak Kamis (21/5/2026) akan segera difasilitasi untuk pulang.

"Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan Israel terhadap WNI selama masa penahanan. Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke tanah air berjalan lancar," terang Sugiono lewat akun Instagram.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kuliner, Binawidya
wwwwww