Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Opini

Cekcok Buntut Unggahan Medsos Berakhir Hilangnya Nyawa Istri di Pagar Alam

Cekcok Buntut Unggahan Medsos Berakhir Hilangnya Nyawa Istri di Pagar Alam
Ilustrasi (net)
Minggu, 17 Mei 2026 08:49 WIB
PALEMBANG – Pertengkaran akibat ketersinggungan terhadap unggahan di media sosial WhatsApp kembali memakan korban jiwa dalam lingkup keluarga. Seorang pria berinisial J (35) di Kota Pagar Alam terlibat konflik fatal yang berujung pada tewasnya sang istri, I (30), Kamis (14/5/2026) siang.

Insiden memilukan ini berlangsung di kediaman pasangan tersebut yang berlokasi di Gang Cempaka, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Sumatera Selatan. Kejadian ini menjadi alarm sosial terkait rapuhnya komunikasi suami istri yang memburuk hanya karena status di ranah daring. Pelaku merasa unggahan korban terlalu menyudutkan dirinya sehingga memicu emosi sesaat.

"Pelaku sempat menanyakan maksud unggahan tersebut kepada korban. Percakapan kemudian berkembang menjadi cekcok hingga berujung tindakan kekerasan fisik," papar Kapolres Pagar Alam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, Jumat (15/5/2026).

Akibat kekerasan fisik tersebut, korban kehilangan kesadaran hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Menyadari fatalnya perselisihan itu, J tidak melarikan diri, melainkan langsung mendatangi Ketua RT setempat untuk melaporkan kondisi istrinya. Langkah J melapor ke perangkat lingkungan segera diteruskan ke pihak berwajib guna meredam keresahan warga.

"Mendapat laporan warga, personel Polres Pagar Alam segera menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP sekaligus mengamankan pelaku tanpa perlawanan guna mencegah potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar," tambahnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Opini
wwwwww