Okto Bicara Soal Marwah, Support Presiden Prabowo Hingga Kondisi Olahraga di RAT NOC
![]() |
| Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
Di hadapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Tohir, Okto, panggilan karibnya, berbicara tentang warwah yang tinggi untuk mewakili Indonesia di kancah internasional. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto adalah orang olahraga yang juga bagian dari keluarga besar NOC Indonesia.
Sebagai Presiden Internasional Pencak Silat (PERSILAT), satu-satunya federasi internasional yang presidennya dari Indonesia, Presiden Prabowo memberikan waktunya untuk Pencak Silat dan akhirnya mengibahkan Pencak Silat kepada Menteri Luar Negeri Sugiono. Tujuannya, Prabowo ingin bisa lebih fokus untuk mengurus semua cabor olahraga.
“Beliau pasti sangat concern dan memberikan support yang luar biasa. Beliau mempunyai kepedulian besar terhadap kemajuan olahraga Indonesia. Bapak Presiden lagi garang-garangnya ini. Jadi kalau ada yang berani macem-macem, kasih tahu Pak Prabowo dulu baru kita yang ngurusin,” kata Okto.
Tidak hanya itu saja, kata Okto, Presiden Prabowo juga menjanjikan menyiapkan tempat pelatihan training center dan recovery center spesifik yang sangat luas untuk semua cabor yang ada di Indonesia dengan luas sampai 500 hektar.
"Saya kira momentum ini harus kita maksimalkan. Cuman sayangnya, kalau di lingkungan ini masih ada juga yang belum mengerti bahwa Presidennya sudah sangat cinta sama olahraga, tetapi ada para oknum-oknum yang belum begitu cinta sama olahraga, ayo sama-sama kita bikin dia cinta sama olahraga Indonesia,” imbuhnya.
Melihat kepedulian Prabowo itu, Okto optimistis masalah anggaran olahraga akan mendapat perhatian karena tahun ini waktunya semakin sempit. Padahal akan ada Youth Olympic, Asian Games, Asian Indoor Martial Arts Games, SEA Games, bahkan menuju Olimpiade.
“Tapi kalau kita masih begini-begini terus Pak Menteri, kalau kita masih begini-begini terus Bapak-Ibu sekalian, nanti urusannya ujung-ujungnya yang disalahin cabor-cabor juga, betul nggak? Begitu prestasinya nggak bagus yang disalahin cabor, tapi dalam perjuangannya, susah. Betul nggak? Jadi kita nggak boleh malu-malu. Hari ini kita sangat cinta sama Presiden kita, Bapak Prabowo yang sangat concern dan memberikan support yang luar biasa,” ujarnya.

Kondisi Olahraga
Apa yang diungkapkan Okto tersebut berkaitan dengan kondisi olahraga Indonesia tidak sedang baik-baik saja, terutama menyangkut masalah anggaran yang disampaikan IOCO. Karena itu, Okto menegaskan, RAT NOC Indonesia, bukan hanya sebagai pemenuhan agenda organisasi atau basa-basi namun mampu menyatukan visi dan misi memperjuangkan anggaran olahraga untuk meningkatkan prestasi di tingkat dunia.
“Olahraga Indonesia tidak sedang baik-baik saja, terutama soal duit. Setuju tidak?” kata Okto dalam sambutannya.Penegasan dan pertanyaan Okto itu langsung disambut dengan teriakan setuju tepukan tangan dari 72 IOCO anggota NOC yang hadir.
Okto kemudian menegaskan, dia bicara itu bukan untuk mengkritik Menpora Erick Thohir. Namun justru untuk berdiri tegak di samping maupun di belakang Menpora Erick untuk memperjuangkan kebutuhan anggaran untuk prestasi olahraga Indonesia.
“Jadi tidak benar kalau atlet berangkat ke luar negeri dianggap atau disamakan dengan perjalanan dinas. Yang namanya perjalanan dinas itu berlaku untuk Kementerian. Kalau atlet atau ofisial yang berangkat ke luar negeri untuk training atau try out dan bertanding itu tidak bisa disamakan dengan perjalanan dinas. Itulah yang saya dan 72 cabang olahraga perjuangkan. Jadi Pak Menpora jangan ragu-ragu, suarakan kepentingan para atlet dan para pengurus olahraga Indonesia untuk memperjuangkan anggaran olahraga,” imbuhnya.

75 Tahun NOC Indonesia
Lebih lanjut, Okto mengemukakan, tahun ini memiliki makna yang sangat penting karena akan memasuki 75 tahun Komite Olimpiade Indonesia. 75 tahun perjuangan yang dilakukan oleh para pendahulu pahlawan olahraga, yang terseok-seok maupun yang tegak lurus, dengan semangat untuk membuat Indonesia sejajar, berdiri sama tegak dengan negara-negara lain di kancah-kancah internasional lainnya.
“Tapi apakah perjuangan itu bisa disadari oleh seluruh stakeholder? Mungkin ini yang sekali lagi perlu penyamaan persepsi. Bahwa Indonesia berkali-kali dulu dikalahkan oleh politik devide et impera (adu domba). Kita di olahraga tidak mau lagi ada itu, karena kita harus bersatu. Setuju?,” tegas Okto lagi yang lagi-lagi dijawab setuju oleh peserta.
Okto meminta semua pimpinan IOCO menyatukan semua kekuatan supaya Indonesia keluar sebagai satu kekuatan, yaitu menang di semua kancah olahraga tertinggi di dunia. “Kita juga sadar bahwa perjuangan kita juga belum berdarah-darah dan belum maksimal. Perjuangan kita ini masih jauh dari apa yang diharapkan,” paparnya.
Okto mengaku beruntung Menpora sekarang, Erick Thohir yang juga IOC member, yang juga suksesornya sebagai Ketua KOI/Presiden NOC, sehingga tidak perlu lagi menjelaskan apa kebutuhan olahraga, karena Erick sudah lebih tahu dari dirinya jauh sebelumnya.
“Saya tugasnya, kita tugasnya cuma mengingatkan, siapa tahu lupa, tetapi saya yakin nggak. Yang pasti, kita semua sangat loyal, kita akan memberikan dukungan penuh atas setiap perjuangan dari Menpora Erick agar negara ini punya satu visi, yaitu memajukan olahraga Indonesia dan mengibarkan Merah Putih di setiap kancah-kancah tertinggi internasional di dunia.”
Okto meminta, Menpora Erick tidak perlu ragu, berteriak untuk kepentingan olahraga Indonesia. “Kalau suaranya hilang kasih tahu sama kita, kita bantu teriak. Jangan kasih kendor buat cabor-cabor Indonesia, harus berani gitu.”
NOC Indonesia, kata Okto, terus berjuang sampai hari ini supaya lebih banyak lagi orang Indonesia duduk di event-event internasional. Baik sebagai panitia, sebagai member, sebagai adjudicator, bahkan sebagai supplier. Makin banyak orang Indonesia terlibat dalam setiap kegiatan di dunia itu adalah bagian dari kesuksesan olahraga negeri ini.
“Perjuangan olahraga itu bukan cuma mendorong atlet, tapi juga mendorong pelatih, mendorong wasit, mendorong event, mendorong venue, dan mendorong organisasi-organisasi di dunia itu ada orang Indonesia,” katanya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











