Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

NOC Indonesia Serap Aspirasi Cabor, Pembiayaan Jadi Sorotan Utama

NOC Indonesia Serap Aspirasi Cabor, Pembiayaan Jadi Sorotan Utama
Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia)
Sabtu, 09 Mei 2026 20:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) tahun 2026 menghadirkan pesan kuat tentang urgensi penyelarasan pembiayaan cabang olahraga sebagai fondasi utama peningkatan prestasi nasional.

Dalam forum yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan olahraga ini, NOC Indonesia menegaskan perannya sebagai jembatan aspirasi cabang olahraga (cabor) kepada pemerintah, khususnya terkait tantangan pendanaan yang dihadapi atlet dan federasi.

Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan selaras antar stakeholder menjadi kunci untuk memastikan pembinaan atlet berjalan optimal, terlebih menjelang agenda multievent penting seperti Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028.

“Kami mendengarkan langsung berbagai masukan dan keluhan dari cabang olahraga, khususnya terkait pembiayaan. Prestasi tidak bisa instan, butuh proses panjang dan dukungan berkelanjutan. Karena itu, semua kepentingan harus diselaraskan dengan satu tujuan utama: mendorong prestasi olahraga Indonesia di panggung dunia,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

Okto menambahkan, komitmen Presiden RI Prabowo Subianto terhadap olahraga telah terlihat jelas, namun perlu diikuti dengan keberpihakan nyata dalam proses anggaran, terutama dalam mendukung program pelatihan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

“Kami berharap ada keberpihakan yang lebih maksimal dalam pembiayaan. NOC Indonesia bersama 72 anggota dalam waktu dekat akan bersurat kepada Kementerian Keuangan untuk membuka ruang komunikasi langsung. Kami yakin, dengan duduk bersama, akan ada solusi konkret,” imbuh Okto.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang dialog dan terus menyerap aspirasi dari NOC Indonesia dan cabang olahraga terkait kebutuhan pendanaan.

“Kami di Kemenpora mendengarkan masukan dari NOC Indonesia dan cabang olahraga mengenai pendanaan. Namun jangan pernah meragukan komitmen Presiden dalam membangun olahraga nasional. Beliau adalah bagian dari olahraga itu sendiri,” ujar Erick.

Erick menjelaskan, pemerintah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran agar lebih tepat sasaran, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan atlet yang bersifat berjenjang.

“Untuk pengiriman ke Asian Games 2026 sudah aman. Saat ini kami juga mengajukan skema pelatnas jangka panjang kepada Menteri Keuangan, sesuai arahan Presiden. Karena pembinaan tidak hanya untuk satu event, tapi berkelanjutan, mulai dari jangka pendek, menengah hingga Olimpiade,” jelas Erick yang juga IOC Member satu-satunya dari Indonesia tersebut.

Lebih lanjut, Erick menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari para pemangku kebijakan yang juga memiliki latar belakang olahraga, guna memperkuat pemahaman terhadap kebutuhan pembinaan atlet nasional.

Pembukaan Rapat Anggota tahun ini juga menghadirkan nuansa berbeda, dengan penekanan pada inovasi dan diplomasi olahraga internasional. Kehadiran tokoh global serta penguatan hubungan dengan organisasi dunia menjadi bagian dari strategi NOC Indonesia untuk memastikan posisi Indonesia semakin diperhitungkan di panggung olahraga internasional. ***

wwwwww