Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

PKS Sarankan Pemerintah RI Sampaikan Ucapan Duka Cita kepada Republik Islam Iran

PKS Sarankan Pemerintah RI Sampaikan Ucapan Duka Cita kepada Republik Islam Iran
Mulyanto. (Ist)
Rabu, 04 Maret 2026 19:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (MPP PKS) Mulyanto sarankan Pemerintah Republik Indonesia (RI) sampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei yang wafat karena serangan rudal Amerika Serikat

Mulyanto menyebut ungkapan bela sungkawa itu sangat perlu demi menjaga hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indoensia dan Iran. Selain itu ungkapan ini sebagai wujud konsistensi hubungan bilateral sejak 1950-an, memperkuat citra Indonesia sebagai negara berprinsip bebas aktif, serta menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia.

Mulyanto mengingatkan Republik Indonesia dan Republik Islam Iran telah menjalin hubungan diplomatik formal sejak tahun 1950. Dengan demikian Iran merupakan salah satu mitra bilateral terlama dan sahabat strategis Indonesia di kawasan Asia dan dunia. Hubungan yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade ini dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara.

Kedua negara tidak hanya berbagi kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga memiliki hubungan budaya dan historis yang panjang. Interaksi antarbangsa bahkan telah terjalin sejak masa perdagangan kuno, memperkuat fondasi persahabatan kedua negara.

Dalam momentum duka nasional di Iran atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, penyampaian ucapan belasungkawa dari pemerintah Indonesia merupakan bentuk penghormatan atas hubungan persahabatan yang telah lama terjalin tersebut.

“Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, yang berarti tidak memihak kekuatan manapun, tetapi aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Penyampaian duka cita merupakan tindakan kemanusiaan yang tidak bertentangan dengan prinsip tersebut.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, Indonesia memiliki posisi moral untuk menunjukkan empati terhadap bangsa yang sedang berduka,” kata Mulyanto.

Sejumlah negara sahabat di kawasan dan dunia Islam telah menyampaikan belasungkawa secara resmi. Perdana Menteri Malaysia, serta Presiden Turki melalui Recep Tayyip Erdoğan, telah menyampaikan simpati dan seruan agar konflik tidak semakin meluas.

Langkah yang diambil Malaysia dan Turki menunjukkan bahwa penyampaian ucapan duka dapat berjalan seiring dengan seruan de-eskalasi dan stabilitas kawasan. Hal ini membuktikan bahwa empati kemanusiaan tidak identik dengan keberpihakan politik.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan anggota aktif berbagai forum internasional, memiliki peran penting dalam menunjukkan keteladanan diplomasi yang berimbang, beradab, dan berorientasi pada perdamaian.

“Ucapan belasungkawa kepada Iran tidak harus dimaknai sebagai dukungan terhadap dinamika konflik yang sedang berlangsung, melainkan sebagai penghormatan kepada bangsa sahabat yang sedang mengalami kehilangan besar,” jelasnya. ***

wwwwww