Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
12 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Cendekia

Penjara Bobol Lagi, Napi Lapas Cipinang Kendalikan Produksi Vape Narkoba di Pejaten

Penjara Bobol Lagi, Napi Lapas Cipinang Kendalikan Produksi Vape Narkoba di Pejaten
Barang bukti kasus vape isi etomidate (dok. Istimewa)
Kamis, 05 Februari 2026 07:10 WIB

JAKARTA – Tembok tebal Lapas Cipinang kembali terbukti bukan penghalang bagi narapidana untuk mengendalikan bisnis narkoba. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar industri rumahan perakitan cartridge vape berisi zat kimia berbahaya, etomidate, yang dikendalikan sepenuhnya dari balik jeruji besi.

Dalam operasi yang dilakukan tim Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) di kawasan Kalibata, polisi meringkus tiga kaki tangan berinisial AF, HS, dan R alias Aloy. Ketiganya menjalankan instruksi dari dua narapidana penghuni Lapas Kriminal Cipinang, yakni Paijo dan Abdul Fakar alias Abdul Rojak.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso memaparkan bahwa jaringan ini memiliki akses ke pasokan bahan kimia internasional. Tersangka AF mengaku mendapatkan satu liter cairan etomidate langsung dari seorang warga negara (WN) China di kawasan Jakarta Utara.

"Cairan tersebut diambil AF sekitar tiga minggu lalu di depan Hotel Horizon Jakarta Utara. Ia diarahkan oleh Abdul Fakar untuk menemui WN China yang tidak mahir berbahasa Indonesia," urai Eko, Rabu (4/2/2026).

Bahan baku tersebut kemudian diolah di sebuah rumah di Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Para pelaku menyuntikkan cairan tersebut ke dalam cartridge vape sesuai permintaan pasar. Untuk menutupi jejak, aliran dana upah para kurir sebesar Rp2 juta per minggu dikirim melalui metode transaksi tanpa kartu (cardless) yang dikontrol langsung oleh napi di dalam penjara.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita 65 cartridge siap edar, timbangan digital, alat suntik, hingga alat isap sabu. Barang bukti ini menunjukkan adanya diversifikasi produk narkoba cair yang menyasar pengguna rokok elektrik.

Bareskrim kini melakukan koordinasi intensif dengan pihak Lapas Cipinang untuk menyelidiki bagaimana para narapidana tersebut bisa memiliki akses komunikasi luar untuk mengatur operasional dan transaksi keuangan. Polisi juga masih memburu WN China serta jaringan pengedar lainnya yang masih bebas berkeliaran.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Cendekia
wwwwww