Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Cendekia

KPK Endus Tempat Usaha Ridwan Kamil, Diduga Sengaja Tidak Dicantumkan di LHKPN

KPK Endus Tempat Usaha Ridwan Kamil, Diduga Sengaja Tidak Dicantumkan di LHKPN
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil
Rabu, 04 Februari 2026 07:37 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan kepemilikan aset eks Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang tidak tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Investigasi ini menyasar sejumlah aset tidak bergerak hingga gurita bisnis yang diduga milik pria yang akrab disapa RK tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang menelusuri bagaimana aset-aset tersebut bisa berpindah tangan atau dimiliki tanpa dilaporkan secara resmi kepada negara.

"KPK menduga ada sejumlah aset milik RK yang belum dilaporkan dalam LHKPN, nah itu kami dalami mengapa belum dimasukkan. Kemudian asal-usul aset itu dari mana, itu juga kami menelusuri aset-aset dari RK baik yang ada di wilayah Jawa Barat maupun di wilayah-wilayah lainnya," ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Penyidik KPK mengonfirmasi telah mendeteksi titik-titik lokasi aset tersebut, yang meliputi properti serta beberapa sektor usaha. Kepemilikan ini menjadi sorotan tajam karena diduga diperoleh atau dikuasai selama masa jabatannya sebagai penyelenggara negara.

"Iya, di antaranya ada beberapa apa namanya, tempat-tempat usaha begitu ya, yang dimiliki oleh RK," kata Budi saat memberikan keterangan pers di Gedung Merah Putih, Jakarta.

Sebelumnya, pada Rabu (24/12/2025), pihak KPK juga sempat memaparkan adanya catatan mengenai aset tidak bergerak milik RK yang sudah masuk dalam pantauan tim penyidik. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pejabat publik, terutama terkait harta yang belum sah secara administratif di mata publik melalui instrumen LHKPN.

KPK menegaskan akan terus mengejar bukti kepemilikan aset tersebut guna memperjelas status harta kekayaan mantan wali kota Bandung itu di hadapan hukum.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Cendekia, Balai Kota, Parlemen
wwwwww