Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
2
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
3
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
4
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Hendri Susilo Jawab Keraguan Publik Bisa Bersaing dengan 17 Pelatih Asing di Super League

Hendri Susilo Jawab Keraguan Publik Bisa Bersaing dengan 17 Pelatih Asing di Super League
Pelatih Malut United FC Hendri Susilo. (Ileague.id)
Minggu, 10 Agustus 2025 20:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SERANG - Sejak namanya resmi disebut sebagai pelatih kepala Malut United FC, publik meragukan kualitas dan kapasitas Hendri Susilo bisa bersaing dengan 17 arsitek asing di Kompetisi BRI Super League 2025/2026.

Namun pelatih kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), itu menjawab anggapan minor itu dengan permainan apik yang ditunjukkan tim Malut United kala membekuk Dewa United 1-3 di Banten International Stadium, Serang, Banten, Sabtu (9/8/2025) kemarin.

Sebagai satu-satunya pelatih lokal, wajar bila banyak kalangan meragukan khasanah ilmu kepelatihan Hendri Susilo. Racikan taktik Hendri Susilo berhasil melumpuhkan strategi Jan Olde Riekerink, pelatih Dewa United. Safrudin Tahar dkk. tampil taktis, efektif, solid, dan spartan.

Proses tiga gol yang dicetak Ciro Alves, Yakob Sayuri, dan David da Silva dari titik penalti bukti sentuhan magis Hendri Susilo.

"Kemenangan ini berkat kerja kolektif. Ada keharmonisan antara pemain dan pelatih, pelatih dengan owner. Situasi baik di ruang ganti dan di lapangan. Itu yang kita jaga supaya kondusif," kata Hendri Susilo merendah.

Hendri Susilo dengan santai menanggapi keraguan publik atas kapasitasnya yang dinilai sulit bersaing dengan jurutaktik asing musim ini.

"Jujur. Saya pelatih biasa saja. Saya pelatih kampung. Rezeki saya yang mungkin baik saja, karena dipercaya melatih Malut United. Tapi saya enjoy saja. Jadi saya tak ada beban," ucapnya ringan.

Sebagai pelatih kepala, Hendri Susilo lebih memposisikan dirinya sebagai sosok mentor yang akomodatif dan fleksibel di dalam tim. Dia juga lebih mementingkan tim daripada ambisi pribadi. Yaitu menjaga kebersamaan sebagai filosofi tim Malut United.

Itulah alasan kenapa pelatih berusia 59 tahun itu lebih banyak memberi kesempatan kepada para asisten termasuk Resal Octavian selalu Direktur Teknik Malut United berada di area teknis untuk menyampaikan instruksi kepada para pemain Malut United.

"Saya kan sudah tua. Jadi yang muda-muda saja yang di depan. Walaupun semuanya saya yang mengendalikan tim Malut United," ungkapnya. ***

wwwwww