Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Dari Panggung Musik ke Meja Makan, Royalti Jadi Bahan Perdebatan

Dari Panggung Musik ke Meja Makan, Royalti Jadi Bahan Perdebatan
Minggu, 10 Agustus 2025 20:01 WIB

JAKARTA – Polemik royalti musik kini memasuki babak yang mempertemukan dua realitas berbeda. Di satu sisi, sejumlah musisi papan atas membebaskan lagu mereka diputar di ruang publik tanpa pungutan. Di sisi lain, muncul tagihan royalti di struk makanan yang membuat konsumen dan pelaku usaha resah.

Ahmad Dhani membuka izin memutar lagu-lagu Dewa 19 secara gratis di restoran atau kafe. Charly Van Houten memberi hadiah bagi siapa pun yang membawakan karyanya di tempat umum. Radja, Juicy Luicy, Rhoma Irama, hingga Thomas Ramdhan (GIGI) juga sepakat memberikan kelonggaran, dengan syarat tertentu.

Namun ketegangan tak serta-merta mereda. Sebuah foto struk makan yang mencantumkan biaya tambahan “royalti musik dan lagu” Rp29.140 viral di media sosial, memicu kemarahan publik.

Pemilik kafe Nuka Mari Kopi di Bogor menolak menerapkan pungutan serupa. “Kalau konsumen sampai harus bayar, mereka bisa enggan datang lagi. Dampaknya ke usaha kuliner bisa fatal,” ujar pihak manajemen melalui TikTok @nukamarikopi.

Beberapa pelaku usaha bahkan memilih mematikan musik atau memutar suara burung demi menghindari biaya tambahan. Ada pula yang mempertimbangkan musik buatan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan suasana tanpa risiko royalti.

Di media sosial, protes warganet terus mengalir. “Saya datang ke kafe untuk ngopi, bukan untuk bayar dengar musik,” tulis seorang netizen. Ada pula yang menilai beban royalti ke konsumen hanya akan membuat UMKM makin terpuruk.

Meski sikap para musisi memberi angin segar bagi sebagian pelaku usaha, polemik ini memperlihatkan perlunya kejelasan aturan agar musik tetap hidup, pelaku usaha tak tercekik, dan konsumen tak merasa dirugikan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww