Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
18 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
5
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Kampus

Tak Hanya Uang, Pemerintah Rancang Fasilitas untuk Ibu yang Rawat Keluarga

Tak Hanya Uang, Pemerintah Rancang Fasilitas untuk Ibu yang Rawat Keluarga
Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto. (Foto: Antara)
Minggu, 27 Juli 2025 10:30 WIB

JAKARTA – Pemerintah berencana memberikan pengakuan lebih besar terhadap peran ibu rumah tangga melalui skema care economy. Rencana ini tengah digodok Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN sebagai bentuk apresiasi atas peran penting mereka dalam merawat keluarga.

Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, mengatakan bahwa pekerjaan merawat anak, lansia, hingga difabel selama ini tidak dihitung dalam ekonomi formal karena tidak menghasilkan upah.

"Care economy ini berusaha menghitung nilai dari pekerjaan perawatan yang selama ini tidak dibayar, seperti merawat anak, orang tua, atau orang sakit," ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Menurutnya, pemerintah sedang menyiapkan rencana aksi agar peran perawatan yang dilakukan perempuan di rumah tetap mendapatkan bentuk dukungan dari negara, baik secara langsung maupun tidak langsung.

"Misalnya ibu yang merawat anak, dia tidak bisa bekerja dan kehilangan penghasilan. Maka perlu dukungan dari pemerintah. Bentuknya tidak selalu uang, tapi bisa berupa layanan atau fasilitas," jelasnya.

Ia mencontohkan model di negara-negara Skandinavia, di mana orang yang merawat lansia diberi pengakuan, dan ketika mereka sendiri memasuki usia lanjut, mereka berhak mendapatkan perawatan dari negara.

"Ketika kita merawat orang tua, negara menghitung nilainya. Saat kita tua, negara juga menjamin ada yang merawat kita. Prinsip timbal balik ini yang sedang dipelajari," tambahnya.

Program pendukung seperti Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) juga disebut sebagai bagian dari solusi agar perempuan tetap produktif meski memiliki tanggung jawab merawat anak.

Bonivasius menekankan bahwa dukungan negara terhadap peran perawatan akan memperkuat ketahanan keluarga dan memastikan keadilan bagi perempuan yang memilih berperan di ranah domestik.

"Kita ingin ke depan peran ibu rumah tangga diakui sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan," tegasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww